Quick Win Intensifikasi: Studi Kasus Drone Pertanian NiVO Agrios 20L di Sawah Padi
- Marketing Harmoni Technology

- 6 minutes ago
- 4 min read

Quick Win Intensifikasi: Apa Masalah di Lapangan?
Program intensifikasi padi di banyak daerah sering mentok di masalah yang sama, yakni jadwal semprot pupuk daun, herbisida, dan fungisida molor, tenaga kerja semprot terbatas dan mahal, serangan hama/penyakit terlambat direspons karena tidak sempat semprot tepat waktu, dan koordinasi antar petak dalam satu kelompok tani sulit, terutama kalau luas areal >50 ha.
Di sinilah drone pertanian mendukung quick win intensifikasi, bukan sekadar alat canggih tapi sebagai alat eksekusi yang bisa mengubah rencana jadwal intensifikasi menjadi pekerjaan lapangan yang benar-benar selesai tepat waktu.
Studi kasus ini menggambarkan penerapan drone di sawah padi menggunakan NiVO Agrios 20L di satu kelompok tani sebagai quick win.
Catatan: angka-angka di bawah disusun sebagai studi kasus terstruktur yang merefleksikan pola di lapangan, bukan laporan penelitian resmi. Angka bisa disesuaikan dengan kondisi riil di daerahmu.
Profil Lokasi & Kondisi Awal Kelompok Tani
1. Gambaran Umum
Lokasi: kawasan sawah irigasi teknis, datar, mudah diakses.
Luas garapan kelompok tani: ±60 ha (dibagi beberapa petak 0,25–0,5 ha).
Pola tanam: padi 3 kali setahun (IP 300 ditargetkan).
2. Pola Penyemprotan Sebelum Drone
Sebelum ada drone:
Penyemprotan dilakukan dengan sprayer gendong.
Rata-rata 1 orang pekerja mampu menyemprot ±0,5–0,7 ha/hari (tergantung kondisi).
Untuk skala 60 ha, agar selesai dalam “jendela” 2 hari sebenarnya dibutuhkan 40–60 HOK (hari orang kerja) hanya untuk satu kali putaran semprot.
Dampak di lapangan:
Jadwal intensifikasi “satu suara” sulit tercapai: petak A sudah semprot, petak B baru semprot 2–3 hari kemudian.
Serangan hama (mis. wereng, penggerek) dan penyakit (mis. blast) sulit dikendalikan serentak.
Sebagian petani mengeluh: “program intensifikasi bagus di kertas, tapi di lapangan susah ngejar pekerjaan.”
Desain Intervensi: Penerapan Drone di Sawah dengan NiVO Agrios 20L
1. Skema Quick Win dengan Drone Sprayer
Kelompok tani bekerja sama dengan operator drone pertanian NiVO Agrios 20L menggunakan skema:
1 unit NiVO Agrios 20L + 3–4 baterai,
target kerja 20–25 ha per hari,
jadwal fokus di fase kritis: herbisida pra/pasca tanam, fungisida dan insektisida di fase vegetatif–generatif awal, dan aplikasi pupuk daun booster.
2. Parameter Operasi NiVO Agrios 20L
Secara operasional (contoh):
Volume semprot: 15–20 L/ha (low volume, disesuaikan label produk).
Kecepatan terbang: 4–6 m/s (disesuaikan tinggi tanaman dan angin).
Ketinggian terbang: 2–4 m di atas kanopi padi.
Luas cakupan per jam efektif: ±8–10 ha (termasuk waktu refill dan ganti baterai).
Ini membuat 60 ha sawah terdengar realistis diselesaikan dalam 2–3 hari, dengan dosis dan jadwal yang lebih seragam dibanding model manual.
Hasil: Waktu Semprot, Hama, dan Produktivitas
1. Percepatan Jadwal Semprot
Saat hanya memakai sprayer gendong, 60 ha tuntas semprot dalam waktu 5–7 hari (tergantung ketersediaan tenaga kerja dan cuaca).
Setelah drone NiVO Agrios 20L, 60 ha tuntas semprot dalam waktu 2–3 hari operasi efektif.
Dampak praktis:
Semua petak dalam satu hamparan dapat perlakuan dalam jendela waktu sempit, ini kunci quick win intensifikasi.
Risiko petak belum tersterilkan jauh berkurang.
2. Penurunan Serangan Hama dan Penyakit (Ilustratif)
Dengan jadwal yang lebih serentak dan dosis lebih rata, frekuensi laporan serangan hama berat (yang butuh re-spray darurat) turun, intensitas penyakit di beberapa blok rawan menurun.
Secara ilustratif, di beberapa musim, luas areal yang mengalami serangan berat (perlu tindakan khusus) misalnya turun dari ±15–20% menjadi ±5–8% hamparan. Selain itu, jumlah semprot darurat di luar jadwal berkurang, karena aplikasi preventif lebih tepat waktu.
3. Potensi Kenaikan Hasil Panen Padi
Quick win intensifikasi tidak harus selalu dalam bentuk “lonjakan drastis”. Yang lebih sering terjadi adalah variabilitas hasil antar petak mengecil, panen yang tadinya sering drop di petak yang terlambat semprot mulai naik mendekati rata-rata.
Contoh ilustratif:
Sebelum drone:
rata-rata hamparan: 5,5–6,0 ton GKP/ha,
tapi ada petak “lemah” cuma 4,5–5,0 ton/ha.
Setelah drone:
rata-rata hamparan bisa naik ke kisaran 6,0–6,5 ton GKP/ha,
petak lemah terdongkrak mendekati 5,5–6,0 ton/ha karena tidak tertinggal jadwal semprot, dan serangan hama/penyakit lebih terkendali.
Ini contoh peningkatan produktivitas dengan drone sprayer yang realistis: bukan sekadar mengejar “angka tertinggi”, tapi merapikan ekor bawah yang sebelumnya selalu tertinggal.
Dampak Manajerial bagi Kelompok Tani & Dinas
1. Manfaat untuk Kelompok Tani
Bagi pengurus kelompok:
penjadwalan jadi lebih simpel, contohnya satu hamparan untuk satu jadwal dan satu eksekusi cepat.
koordinasi iuran biaya semprot lebih mudah berdasarkan per ha, per musim, atau per siklus semprot.
petani mendapat pengalaman langsung bahwa uang yang dibayarkan untuk jasa drone terkonversi jadi waktu & tenaga yang benar-benar terlihat.
2. Manfaat untuk Dinas / Program Intensifikasi
Bagi instansi, drone pertanian mendukung quick win intensifikasi karena: program di atas kertas punya “alat eksekusi masal” di lapangan, dan mudah dipamerkan sebagai contoh implementasi teknologi tepat guna.
Studi kasus seperti ini bisa masuk ke proposal bantuan drone, proposal intensifikasi atau food estate lokal, dan bahan pitching ke mitra swasta yang ingin mendukung modernisasi pertanian.
Skema Kemitraan & Paket Layanan Drone untuk Kelompok Tani
Ada beberapa pola kemitraan program drone pertanian yang bisa diambil:
1. Model Sewa Full-Service
Kelompok tani tidak membeli drone,
memanggil jasa drone sprayer ketika jadwal semprot intensifikasi datang,
bayar tarif per hektar, cocok jika luas per kelompok belum terlalu besar atau cashflow terbatas.
2. Model Bagi Hasil / Kemitraan
Pihak penyedia drone dan kelompok tani membuat skema bagi hasil, misalnya kelompok menjamin volume minimal ha per musim, dan tarif per ha sedikit lebih rendah tapi ada kontrak jangka menengah.
3. Model Kepemilikan Bersama / Hibah Program
Drone dibeli lewat dana kelompok, dukungan CSR, atau program bantuan drone pertanian dari pemerintah/mitra.
Operatornya anak muda desa yang dilatih khusus.
Drone dipakai untuk sawah anggota, sekaligus usaha jasa ke luar kelompok.
Dalam semua model, paket layanan drone untuk kelompok tani sebaiknya mencakup training operator dasar, SOP keselamatan, rencana maintenance & suku cadang, dan simulasi tarif per ha dan target volume agar alat tidak menganggur.
Studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan drone di sawah lewat NiVO Agrios 20L bisa menjadi quick win intensifikasi yang konkret. Ini karena waktu penyemprotan menyempit dari hitungan minggu ke hari, serangan hama/penyakit lebih terkontrol, dan hasil panen potensial naik karena petak-petak lemah tidak lagi tertinggal jadwal.
Ingin menjadikan drone pertanian NiVO Agrios 20L sebagai quick win intensifikasi di hamparan padi wilayah Anda? Kami siap membantu menyusun kemitraan program drone pertanian, menyiapkan paket layanan drone untuk kelompok tani, hingga mendukung penyusunan proposal bantuan drone ke pemerintah atau mitra swasta. Konsultasikan kondisi hamparan, luas lahan, dan kemampuan iuran kelompok – kita hitung bersama skema yang paling realistis dan menguntungkan.
.png)



Comments