top of page

Cara Kerja Drone Pertanian NiVO Agrios 20L: Dari Perencanaan Jalur hingga Penyemprotan

Ilustrasi hasil pemetaan lahan tersemprot oleh Drone NiVO Agrios

Secara sederhana, cara kerja drone pertanian bisa diringkas seperti ini:

  1. Operator merencanakan jalur terbang dan area semprot di aplikasi.

  2. Drone NiVO Agrios 20L diisi baterai dan larutan (pupuk/herbisida/pestisida).

  3. Sistem dikalibrasi (kompas, IMU, ketinggian, jika ada RTK → koneksi base).

  4. Drone lepas landas (take-off), terbang mengikuti jalur otomatis, dan melakukan penyemprotan.

  5. Setelah misi selesai atau tangki habis, drone kembali ke titik awal dan landing.

  6. Data misi dan konsumsi larutan bisa direview sebagai log kerja.

Artikel ini memecah proses di atas menjadi langkah-langkah detail yang bisa menjadi SOP pengoperasian drone pertanian untuk NiVO Agrios 20L.



Mengenal Bagian Penting Drone NiVO Agrios 20L

Sebelum membahas alur kerja, pahami dulu bagian penting drone pertanian ini:

  1. Frame dan Lengan (Arm)

    • Struktur utama yang menahan motor, propeller, dan tangki.

  2. Motor dan Propeller

    • Menghasilkan daya angkat (thrust).

    • Keseimbangan dan kondisi propeller sangat mempengaruhi stabilitas.

  3. Tangki 20 Liter

    • Menampung larutan semprot.

    • Terhubung ke pompa, selang, filter, dan nozzle centrifugal.

  4. Sistem Nozzle Centrifugal

    • Mengubah larutan menjadi droplet halus.

    • Mengatur pola semprot dan lebar liputan.

  5. Flight Controller + GNSS (GPS / RTK)

    • “Otak” drone: mengatur stabilitas, jalur terbang, dan ketinggian.

    • Modul GNSS menentukan posisi; bila dilengkapi RTK → presisi sentimeter.

  6. Baterai LiPo / Li-ion

    • Sumber daya utama drone.

    • Rentan rusak jika over-discharge atau salah perlakuan.

  7. Remote Controller / Ground Control Station (GCS)

    • Antarmuka operator untuk memilih misi, memonitor status, melakukan intervensi manual bila perlu.

Memahami bagian ini penting untuk mengerti cara kerja drone sprayer di sawah dari sisi teknis dan operasional.



Tahap 1 – Perencanaan Jalur (Mission Planning)

1. Menentukan Area Semprot

Di aplikasi ground control:

  1. Buka peta (bisa dari satelit / orthomosaic hasil pemetaan sebelumnya).

  2. Gambar poligon area yang akan disemprot:

    • sawah per petak,

    • blok tebu, jagung, atau tanaman lain.

  3. Tandai:

    • batas lahan,

    • zona yang tidak boleh disemprot (misal pemukiman, sumber air, buffer zone).


2. Menentukan Pola dan Parameter Jalur

Operator mengatur:

  • Pola jalur: paralel / mengikuti kontur.

  • Jarak antar jalur: berdasarkan lebar semprot efektif (misal 4–6 m).

  • Kecepatan terbang: lebih pelan untuk dosis tinggi/kanopi rapat.

  • Ketinggian terbang: beberapa meter di atas puncak tanaman agar droplet turun merata tanpa drift berlebihan.

Jika menggunakan GNSS RTK:

  • Pastikan koneksi base–rover aktif,

  • Pastikan drone berada pada status FIX/RTK sebelum mulai misi (untuk presisi tinggi).

Output tahap ini: rencana misi (flight plan) yang akan dijalankan NiVO Agrios 20L.



Tahap 2 – Persiapan Drone: Baterai, Tangki, dan Pemeriksaan Awal

1. Pengelolaan Baterai

Langkah standar:

  1. Pastikan baterai yang akan dipakai sudah terisi pada level aman untuk misi, tidak menggembung, tidak ada kabel putus/terkelupas.

  2. Pasang baterai pada drone, kunci mekanisme pengikat, pastikan konektor tertancap rapat dan tidak longgar.


2. Pencampuran dan Pengisian Larutan di Tangki

  1. Racik larutan sesuai dosis anjuran, perhatikan kebutuhan per hektar, sesuaikan konsentrasi dengan volume rendah (low-volume) jika desain semprot drone memang demikian.

  2. Saring larutan sebelum masuk tangki untuk mencegah nozzle dan filter tersumbat.

  3. Isi tangki sampai volume yang direncanakan, jangan overfill di atas kapasitas 20 L. tutup rapat untuk mencegah kebocoran saat take-off.


3. Pre-Flight Check (Pemeriksaan Pra-Terbang)

Checklist minimum:

  • Frame & lengan: tidak retak, tidak ada baut longgar.

  • Propeller: tidak ada chip/retak, terpasang kencang.

  • Nozzle & selang: tidak bocor, tidak tersumbat.

  • GPS / RTK: sinyal baik, jumlah satelit cukup.

  • Kompas & IMU: sudah dikalibrasi sesuai petunjuk pabrik.

  • Remote / GCS: baterai cukup, komunikasi dengan drone stabil.

Ini menjawab sebagian dari “bagaimana langkah mengoperasikan drone pertanian secara aman”.



Tahap 3 – Kalibrasi Angin dan Keamanan Area

1. Mengecek Kondisi Angin

Sebelum terbang:

  • Pastikan kecepatan angin masih dalam batas aman SOP (dibatasi vendor).

  • Hindari hembusan angin sangat kencang, dan arah angin yang langsung meniup semprotan ke arah pemukiman / sumber air.

Jika angin di batas atas, turunkan kecepatan drone, turunkan ketinggian terbang (secara terkendali), pertimbangkan penundaan operasi bila risiko drift terlalu besar.


2. Zona Aman Take-off dan Landing

Tentukan area datar, bebas halangan (pohon, kabel, bangunan), dan jauh cukup dari kerumunan orang.

Semua kru dan petani lain diberi jarak aman dari drone, diberi instruksi untuk tidak mendekat saat take-off/landing.



Tahap 4 – Prosedur Take-off

  1. Nyalakan drone dan remote/GCS sesuai urutan yang ditentukan oleh pabrik.

  2. Pastikan semua indikator siap: GNSS OK, baterai cukup, misi sudah dipilih di aplikasi.

  3. Lakukan arming (aktivasi motor) sesuai SOP.

  4. Drone lepas landas bisa manual (pilot naikkan tinggi beberapa meter), lalu pindah ke mode otomatis (jalankan misi), atau langsung dalam mode auto-takeoff jika sistem mendukung.

Selama take-off, operator harus siap mengambil alih manual jika ada anomali (mis. goyangan ekstrim, error sensor).



Tahap 5 – Penyemprotan Otomatis di Jalur Misi

Setelah take-off dan mencapai ketinggian operasi:

  1. Aktifkan Mode Misi

    Drone mulai mengikuti jalur yang sudah direncanakan.

  2. Aktifkan Sistem Semprot

    • Pompa dan nozzle mulai bekerja ketika drone memasuki area semprot.

    • Beberapa sistem bisa mengatur semprot ON/OFF otomatis berdasarkan posisi.

  3. Monitoring Selama Misi

Operator memantau:

  • ketinggian drone,

  • kecepatan,

  • status baterai,

  • sisa volume di tangki (perkiraan / sensor),

  • arah dan kecepatan angin (untuk menghindari drift ke area sensitif).

Jika ada masalah seperti angin mendadak kencang, alarm baterai rendah, atau gangguan sinyal, operator siap untuk pause misi, kembalikan drone (RTH), atau pindah ke mode manual untuk mengendalikan situasi.



Tahap 6 – Landing dan Refill (Tangki & Baterai)

Setelah area semprot selesai atau tangki hampir habis dan baterai di ambang batas aman, drone kemudian:

  1. Kembali ke titik take-off (RTH) secara otomatis atau semi-otomatis.

  2. Turun dan landing dengan kontrol manual/otomatis sesuai training operator.

Setelah mendarat:

  • Matikan sistem semprot.

  • Ganti baterai jika diperlukan.

  • Refill tangki larutan sesuai kebutuhan blok berikutnya.

  • Ulangi pre-flight check singkat (minimal cek visual propeller, nozzle, kebocoran).

Loop ini diulang sampai seluruh blok selesai.



Tahap 7 – Setelah Misi: Pembersihan dan Log Data

1. Pembersihan (Cleaning)

Setelah sesi kerja selesai:

  1. Kosongkan sisa larutan dari tangki.

  2. Jalankan air bersih melalui sistem pompa, selang, nozzle, untuk mencegah pengendapan dan sumbatan.

  3. Lap bagian luar drone dari percikan larutan kimia.

  4. Keringkan sebelum disimpan.


2. Penyimpanan Baterai

  • Kembalikan baterai ke storage voltage (tidak penuh, tidak kosong).

  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan aman dari benda tajam/panas.


3. Pengelolaan Log Data

  • Simpan log jalur terbang dan area semprot.

  • Jika perlu, ekspor ke format KML/SHAPE untuk pelaporan ke pemilik lahan, analisis dosis, dokumentasi untuk musim berikutnya.



Catatan “Tata Cara Membangun Drone Pertanian” Secara Operasional

Istilah “tata cara membangun drone pertanian” di sini bisa dimaknai sebagai membangun sistem operasi drone pertanian yang stabil, bukan merakit hardware dari nol. Elemen yang harus didesain:

  1. SOP Operasi

    • Langkah perencanaan hingga pembersihan.

  2. SOP Keamanan

    • Batas kecepatan angin, jarak dari permukiman, prosedur darurat.

  3. SOP Perawatan

    • Jadwal pengecekan propeller, motor, nozzle, pompa, frame.

  4. SOP Data

    • Cara menyimpan dan memakai log untuk evaluasi.

Dengan SOP ini, NiVO Agrios 20L dapat dioperasikan dengan standar profesional, bukan sekadar “alat yang bisa terbang”.



Peran Pelatihan Operator dan Jasa Semprot Drone

Menguasai teori saja tidak cukup. Untuk operasi yang aman, operator perlu menguasai take-off/landing manual, paham interpretasi pesan error pada sistem, dan tahu kapan harus abort mission.mKarena itu, pelatihan operator drone pertanian dan paket training pilot NiVO Agrios penting untuk menurunkan risiko kecelakaan, memperpanjang umur alat, memastikan kualitas semprotan konsisten. Untuk petani yang belum siap punya drone sendiri, opsi jasa semprot drone dengan tim terlatih adalah jalan tengah yang lebih aman dan efisien.



Secara garis besar, cara kerja drone pertanian NiVO Agrios 20L adalah kombinasi dari perencanaan jalur yang presisi, pengelolaan baterai dan larutan yang disiplin,mprosedur take-off, penyemprotan, dan landing yang aman, serta perawatan dan pengelolaan data setelah misi. Semua tahapan tersebut bisa dibakukan menjadi SOP yang mudah diajarkan ke tim di lapangan.

Ingin menerapkan NiVO Agrios 20L di lahan sawah, jagung, tebu, atau sawit Anda? Kami menyediakan pelatihan operator drone pertanian, layanan jasa semprot drone, dan paket training pilot NiVO Agrios dari nol sampai siap operasi. Hubungi kami untuk menyusun SOP dan workflow yang pas dengan skala lahan dan tim Anda.”


Comments


bottom of page