Bisnis Jasa Drone Pertanian: Hitung Modal, Tarif Sewa, dan Potensi Laba NiVO Agrios 20L
- Marketing Harmoni Technology

- 3 hours ago
- 4 min read

Bisnis drone pertanian pada dasarnya sederhana, contohnya kamu punya 1–X unit drone sprayer (contoh: NiVO Agrios 20L), kemudian drone disewakan ke petani, kelompok tani, atau perusahaan perkebunan per hektar. Kamu mengenakan tarif per ha yang menutup biaya operasional per ha, plus margin yang cukup untuk menutup modal awal dan menghasilkan laba.
Supaya rasional, kamu perlu tahu:
Berapa modal awal untuk 1 unit drone NiVO Agrios 20L yang siap jalan.
Berapa biaya operasional rata-rata per hektar.
Berapa tarif sewa per hektar yang wajar di lapangan.
Berapa volume hektar yang harus disewa sampai balik modal (BEP).
Artikel ini fokus ke 4 poin tersebut.
Komponen Modal Awal Bisnis NiVO Agrios 20L
Modal awal bukan hanya harga unit drone. Untuk 1 paket jasa yang serius, komponen tipikal:
Drone Sprayer NiVO Agrios 20L (Full Set)
Unit drone + remote + charger.
Biasanya sudah include beberapa nozzle dan tangki.
Baterai Tambahan
Minimal 3–4 pack baterai per unit drone supaya bisa rotasi tanpa banyak downtime.
Tanpa baterai cadangan, produktivitas per hari jatuh drastis.
Peralatan Pendukung
Genset / sumber listrik di lapangan (kalau tidak ada akses PLN).
Selang, alat ukur, drum air, filter, tools kecil.
Kendaraan Operasional
Mobil pickup / L300 / sejenis untuk bawa drone, baterai, genset, air, kru.
Kalau sudah punya, bisa dihitung sebagai aset bersama.
Training & Sertifikasi Pilot
Pelatihan dasar–lanjutan drone pertanian.
Sertifikasi pilot (kalau ada skema resmi/regulasi di wilayah operasi).
Perizinan & Administrasi
Legalitas usaha (CV/PT/Koperasi),
Asuransi (kalau diambil),
Perizinan spesifik untuk operasi di area tertentu (jika diwajibkan).
Buffer Modal Kerja
Biaya operasional 1–3 bulan pertama (bensin, konsumsi, gaji kru) sebelum cashflow stabil.
Kesimpulan: modal awal harus dipandang sebagai paket sistem, bukan hanya “harga drone di brosur”.
Biaya Operasional per Hektar: Apa Saja yang Harus Dihitung?
Untuk menghitung biaya sewa drone pertanian per hektar, kamu perlu breakdown biaya operasional ke basis per ha.
Komponen operasional tipikal:
Tenaga Kerja (Pilot + Helper)
Gaji harian / bulanan.
Untuk kalkulasi per ha, bisa dibagi berdasarkan target ha per hari (misal 15–20 ha/hari).
Energi (Solar/Listrik)
Solar untuk genset.
Listrik (kalau charge di base).
Per ha konsumsi bisa diestimasi dari berapa jam drone terbang per ha, dan berapa kali charge per ha.
Transport & Logistik
Bensin kendaraan, tol, uang makan kru.
Bisa dihitung per trip, lalu dibagi ke total ha di project tersebut.
Maintenance & Sparepart
Propeller, nozzle, filter, selang, bearing pompa, service berkala.
Biasanya di-approach sebagai persentase dari omzet atau estimasi biaya per jam terbang.
Penyusutan (Depresiasi) Drone & Peralatan
Untuk menghitung BEP dan ROI, walau secara cashflow tidak keluar tiap hari, tetap perlu dimasukkan.
Jika semua ini dijumlah dan dibagi ke jumlah hektar yang disemprot, kamu dapat biaya dasar per ha. Tarif sewa harus di atas angka ini.
Menentukan Tarif Jasa Penyemprotan Drone per Hektar
Tidak ada angka baku nasional; tarif tergantung pada jenis tanaman (padi, jagung, tebu, sawit), kondisi lahan (datar vs berlereng, mudah vs sulit akses), luas lahan per order (1 ha vs 50 ha), dan atau jarak lokasi dari base.
Prinsip pricing:
Hitung Cost per Ha (C)
Tenaga kerja per ha + energi per ha + logistik per ha + maintenance per ha.
Tentukan Margin Target per Ha (M)
Margin kontribusi yang kamu inginkan di atas C. Ini yang nantinya menutup penyusutan dan menghasilkan laba.
Tarif Jual per Ha (P)
P = C + M.
Secara praktik, banyak operator jasa drone yang memberi diskon untuk luasan besar (misal >20 ha dalam satu order), mengenakan minimum fee kalau luasan kecil (<2–3 ha) supaya perjalanan tidak rugi.
Struktur yang sehat berupa tarif cukup tinggi untuk menutup semua biaya + margin, tapi masih memberi value dibanding sprayer manual (waktu dan tenaga), atau jasa sprayer konvensional.
Simulasi BEP Sederhana Bisnis NiVO Agrios 20L
Ini simulasi kasar (angka bisa kamu sesuaikan):
Misal total modal awal paket drone + baterai + training + peralatan = Rp200.000.000.
Setelah dihitung, biaya operasional per ha (C) = misalnya Rp150.000.
Kamu memutuskan tarif per ha (P) = Rp300.000.
Berarti margin kontribusi per ha (M):
M = P – C = 300.000 – 150.000 = Rp150.000 per hektar.
BEP (Break-even) dalam hektar:
Modal awal / margin per ha = 200.000.000 / 150.000
≈ 1.333 ha (dibulatkan).
Artinya, setelah total kumulatif 1.333 ha pekerjaan (bukan dalam satu hari, tapi akumulasi semua project), margin yang kamu kumpulkan kira-kira setara dengan modal awal Rp200 juta. Di luar titik ini, margin berikutnya menjadi laba (setelah tetap menjaga maintenance).
Kalau misalnya:
Kamu sanggup menyemprot 200 ha per bulan (akumulasi beberapa klien),
Maka 1.333 ha bisa dicapai kira-kira dalam:
1.333 / 200 ≈ 6,7 bulan operasi efektif (anggap 7–8 bulan realistis, karena ada hari hujan dan downtime).
Ini ilustrasi; angka real harus disesuaikan dengan tarif pasar dan kapasitas tim.
Berapa Unit Drone Ideal untuk Mulai Usaha?
Mulai 1 Unit NiVO Agrios 20L dulu jika kamu baru belajar operasional dan pasar, belum punya data demand yang konsisten,,SDM pilot masih terbatas.
Keuntungannya, kamu belajar dari skala kecil, risiko kerugian kalau salah perhitungan lebih terkendali, dan kesalahan SOP bisa diperbaiki sebelum diskalakan.
Naik ke 2–3 Unit jika capacity 1 unit sudah hampir full (banyak job ditolak karena slot penuh), kamu punya minimal 2–3 pilot/helper yang bisa dirotasi, cashflow sudah cukup untuk menambah aset baru tanpa “cekik” likuiditas.
Strategi aman yang bisa kamu lakukan adalah: 1 unit dan buktikan volume ha per bulan stabil dan margin sehat, baru pertimbangkan ekspansi.
Faktor Risiko yang Harus Kamu Kendalikan
Agar bisnis drone pertanian tidak berhenti di tahun pertama, beberapa risiko:
Kerusakan Besar (Crash / Lost)
Atur SOP operasi yang ketat,
Pilih pilot yang disiplin,
Pertimbangkan asuransi jika tersedia.
Underutilization (Drone nganggur)
Pastikan ada pipeline klien (kelompok tani, koperasi, perusahaan) sebelum beli.
Bangun kerjasama dengan dinas/mitra program jika memungkinkan.
Harga Terlalu Murah (Race to the bottom)
Jangan banting harga sampai di bawah cost per ha.
Fokus pada value:
kualitas kerja,
dokumentasi coverage,
kecepatan dan ketepatan waktu.
Regulasi dan Penerimaan Sosial
Pahami aturan terkait drone di daerah operasi.
Lakukan sosialisasi ke warga sekitar ketika operasi dekat permukiman.
Apakah bisnis sewa drone pertanian menguntungkan? Secara struktur, iya, asal perhitungan modal awal, biaya operasional per ha, dan tarif sewa per ha dilakukan dengan disiplin, serta ada strategi jelas untuk mengisi kalender dengan order yang cukup banyak.
NiVO Agrios 20L memberi kapasitas semprot tinggi per hari, potensi tarif per ha yang menarik, dan peluang mengembangkan model bisnis jasa drone sprayer di tingkat desa hingga perusahaan.
Tertarik membangun bisnis drone pertanian? Kami menyediakan paket lengkap: beli drone pertanian untuk bisnis jasa, desain skema tarif per hektar, hingga paket kemitraan jasa drone sprayer yang siap dipakai untuk pitching ke kelompok tani dan perusahaan. Konsultasikan angka modal, tarif, dan simulasi BEP NiVO Agrios 20L sesuai kondisi wilayah kamu.
.png)



Comments