Harga Drone Pertanian 20 Liter dan Hitung Balik Modal NiVO Agrios 20L untuk Petani
- Marketing Harmoni Technology

- 4 days ago
- 6 min read

Minat terhadap drone pertanian 20 liter seperti NiVO Agrios 20L terus naik. Pertanyaannya selalu dua: berapa harga drone pertanian NiVO Agrios 20L (kelas 20 liter)? Dan kapan balik modal kalau membeli sendiri, dan kapan lebih masuk akal menyewa jasa drone pertanian per hektar?
Artikel ini tidak sekadar menampilkan daftar harga drone pertanian, tetapi memberi framework perhitungan balik modal (ROI) yang bisa kamu pakai untuk petani individu, kelompok tani / koperasi, ataupun pelaku bisnis drone pertanian yang ingin membeli NiVO Agrios 20L lalu disewakan.
Komponen Harga Drone Pertanian 20 Liter
Saat kamu “cek harga drone pertanian 20 liter”, yang perlu dilihat bukan hanya unit drone, tapi paket sistemnya:
Unit drone NiVO Agrios 20L
Rangka, motor, ESC, flight controller.
Tangki 20 liter, pompa, pipa, nozzle centrifugal.
Baterai dan charger cepat
Minimal 2–3 baterai untuk rotasi.
Charger berdaya cukup agar waktu charge tidak menghambat operasi.
Ground control / remote & software
Aplikasi misi (pengaturan jalur, kecepatan, tinggi terbang).
Kadang termasuk lisensi software.
Pelatihan operator
Training terbang dasar, safety, SOP penyemprotan, perawatan.
Suku cadang & after-sales
Propeller cadangan, nozzle, selang, filter, spare part elektronik.
Biaya servis berkala.
Opsi paket kredit drone pertanian
Skema cicilan / sewa-beli dari distributor / lembaga keuangan.
Cocok untuk kelompok tani atau operator jasa yang ingin menjaga cashflow.
Karena struktur paket bisa berbeda, angka harga drone pertanian 20 liter di pasar akan bergantung pada tersedianya training atau tidak, berapa baterainya, apakah sudah plus paket suku cadang awal, dan apakah via kredit atau beli putus.
Di artikel ini, kita pakai angka contoh agar perhitungan balik modal mudah dipahami. Kamu tinggal ganti dengan harga penawaran aktual.
Manual vs Drone: Waktu Kerja dan Hemat Tenaga
Acuan dasar:
Penyemprotan manual (sprayer punggung) pada beberapa studi dan praktik lapangan bisa menghabiskan 4–12 jam/ha, tergantung tanaman, kondisi lahan, dan volume semprot.
Drone sprayer 20 liter seperti NiVO Agrios 20L umumnya hanya membutuhkan ±15–20 menit/ha pada dosis rendah–sedang dengan layout lahan mendukung.
Artinya:
Dari sisi waktu, drone bisa 2–20 kali lebih cepat.
Dari sisi tenaga kerja, penggunaan drone bisa menghemat ±60–70% kebutuhan tenaga semprot, karena dengan manual butuh beberapa orang seharian, sedangkan drone cukup 1 pilot + 1 helper untuk puluhan hektar per hari (tergantung kapasitas operasi).
Selisih inilah yang menjadi dasar balik modal NiVO Agrios 20L: waktu = uang (upah), dan waktu juga = peluang menambah musim tanam / mempercepat siklus budidaya.
Kerangka Hitung Balik Modal Drone NiVO Agrios 20L
Kita akan coba membuat frameworknya dulu, baru masuk contoh angka.
1. Variabel yang Dipakai
H = harga paket drone NiVO Agrios 20L (unit + baterai + charger + training)
N = umur ekonomis (tahun) → misal 5 tahun
Lᵗ = luas rata-rata yang disemprot per tahun (ha/tahun)
Cᵐ = biaya semprot manual per hektar (Rp/ha)
Cᵈᵛ = biaya variabel semprot drone per hektar (operator, listrik/solar, perawatan ringan)
Cᵈᵢ = biaya investasi per hektar (penyusutan drone)
2. Rumus Dasar
Penyusutan investasi per hektar
Cᵈᵢ = H/ (N × Lᵗ)
Total biaya semprot drone per hektar
Cᵈ = Cᵈᵥ + Cᵈᵢ
Selisih biaya manual vs drone per hektar
ΔC = Cᵐ - Cᵈ
Balik modal (break-even) dalam hektar
Ha untuk BEP} = H / ΔC
Balik modal dalam tahun
Tahun BEP = Ha untuk BEP / Lᵗ
Selama ΔC > 0 (drone lebih murah per ha), investasi akan kembali. Kalau ΔC mendekati nol, drone tetap punya nilai tambah waktu, tapi ROI finansial perlu dioptimasi (misalnya dengan meningkatkan Lᵗ / luas per tahun).
Contoh 1 – Petani / Kelompok Tani Besar Memiliki Drone Sendiri
Angka berikut contoh skenario, bukan harga resmi. Ganti H dengan penawaran asli yang kamu dapat di lapangan.
1. Asumsi Contoh
Harga paket NiVO Agrios 20L (H) → misal Rp 200.000.000
Umur ekonomis (N) → 5 tahun
Lahan yang disemprot per tahun (Lᵗ) → misal 600 ha/tahun
contoh: 50 ha/bulan × 12 bulan
Biaya semprot manual per ha (Cᵐ):
3 orang × Rp 100.000 (sehari) = Rp 300.000/ha
Biaya variabel drone per ha (Cᵈᵥ):
operator + helper: Rp 150.000/ha
listrik/solar/maintenance: Rp 30.000/ha → total Rp 180.000/ha
2. Hitung Penyusutan per Ha
Total hektar selama umur ekonomis:
N × Lᵗ = 5 × 600 = 3.000 ha
Penyusutan per ha:
H = 200.000.000
200.000.000 / 3.000 = 200.000.000 / 1000 ÷ 3
200.000.000 / 1000 = 200.000
200.000 / 3 ≈ 66.666,67
Jadi Cᵈᵢ ≈ Rp 66.700/ha (dibulatkan).
3. Biaya Drone per Ha vs Manual
Cᵈ = Cᵈᵥ + Cᵈᵢ = 180.000 + 66.700 ≈ Rp 246.700/ha
Cᵐ = Rp 300.000/ha (manual)
Selisih:
ΔC = 300.000 − 246.700 ≈ Rp 53.300/ha
Artinya:
Drone lebih murah ~Rp 50.000/ha dibanding manual,
Ditambah hemat waktu (4–12 jam/ha → 15–20 menit/ha).
4. Balik Modal (BEP)
Ha untuk BEP:
H / ΔC = 200.000.000 / 53.300
Hitung bertahap:
53.300 × 3.000 = 159.900.000
53.300 × 4.000 = 213.200.000
Jadi posisi BEP di antara 3.000–4.000 ha. Lebih tepat:
200.000.000 / 53.300 ≈ 3.750 ha (kurang lebih).
Tahun untuk BEP (dengan Lᵗ = 600 ha/tahun):
3.750 / 600 ≈ 6,25 tahun
Dengan asumsi ini, umur ekonomis 5 tahun vs BEP 6,25 tahun → tidak ideal. Artinya, untuk petani yang hanya menyemprot 600 ha/tahun, perlu meningkatkan luas kerja per tahun (Lᵗ), ataumencari struktur biaya manual yang lebih tinggi (misalnya upah di daerah tertentu lebih mahal), supaya ΔC membesar. Ini menunjukkan bahwa petani tunggal dengan luas terbatas biasanya lebih cocok memakai jasa sewa drone daripada membeli sendiri.
Contoh 2 – Operator Bisnis Drone Pertanian yang Menyewakan NiVO Agrios 20L
Sekarang lihat dari kacamata pemilik drone yang membuka jasa sewa drone pertanian.
1. Asumsi Tarif Sewa dan Biaya Operasional
Tarif sewa drone per ha → misal Rp 200.000/ha (tarif ini harus kompetitif dibanding Cᵐ manual di daerah target)
Biaya operasional per ha (Cᵈᵥ):
operator + helper: Rp 100.000/ha
energi (listrik/solar), perawatan, suku cadang: Rp 40.000/ha → total Rp 140.000/ha
Harga drone NiVO Agrios 20L (H) → tetap Rp 200.000.000
Umur ekonomis (N) → 5 tahun
2. Margin per Hektar
Pendapatan per ha: Rp 200.000 Biaya variabel per ha: Rp 140.000
Margin kotor per ha (sebelum penyusutan) = Rp 60.000/ha
Kalau mau hitung BEP dari sisi investasi murni:
Ha untuk BEP:
H / margin = 200.000.000 / 60.000
Hitung bertahap:
60.000 × 3.000 = 180.000.000
60.000 × 3.333 = 199.980.000
Jadi:
BEP ≈ 3.333 ha total selama umur alat.
3. Berapa Tahun untuk Balik Modal?
Kasus 1 – Operator santai:
Lᵗ = 400 ha/tahun (± 33 ha/bulan)
Tahun BEP:
3.333 / 400 ≈ 8,3 tahun → terlalu lama.
Kasus 2 – Operator serius:
Lᵗ = 800 ha/tahun (± 67 ha/bulan)
Tahun BEP:
3.333 / 800 ≈ 4,17 tahun → jauh lebih masuk akal.
Kasus 3 – Operator agresif / multi-klien:
Lᵗ = 1.200 ha/tahun (± 100 ha/bulan)
Tahun BEP:
3.333 / 1.200 ≈ 2,78 tahun → balik modal <3 tahun.
Dari sini terlihat:
Bisnis drone pertanian dengan NiVO Agrios 20L baru menarik jika luas kerja per tahun cukup besar (ratusan hingga >1.000 ha/tahun).
Semakin tinggi Lᵗ, semakin cepat BEP, bahkan bisa <2–3 tahun.
Kapan Lebih Baik Menyewa Drone Pertanian daripada Membeli?
Untuk petani kecil–menengah, keputusan biasanya seperti ini:
Lebih baik sewa kalau:
Luas semprot per tahun kecil (<200–300 ha/tahun).
Tidak ada tim khusus yang bisa jadi operator.
Cashflow terbatas dan banyak kebutuhan investasi lain (alat tanam, pompa, pupuk, dsb).
Lebih baik beli NiVO Agrios 20L kalau:
Kamu petani skala besar / kelompok tani dengan luas >500–700 ha/tahun yang rutin disemprot.
Atau kamu memang mau fokus ke bisnis jasa drone pertanian.
Ada potensi pasar jelas (banyak tetangga tani yang mau menyewa jasa drone per ha).
Kamu bisa memanfaatkan paket kredit drone pertanian untuk menyebar cicilan selama beberapa tahun.
Ringkas: Langkah Praktis Hitung Balik Modal NiVO Agrios 20L
Catat harga paket drone (H) dari distributor.
Tentukan luas target per tahun (Lᵗ): berapa ha lahan sendiri, dan berapa ha potensial dari tetangga/klien.
Hitung biaya manual per ha (Cᵐ) di desa/daerahmu: upah, makan, APD, dsb.
Estimasi biaya variabel drone per ha (Cᵈᵥ): operator, helper, energi, sparepart.
Hitung penyusutan per ha (Cᵈᵢ = H / N / Lᵗ).
Bandingkan Cᵐ vs Cᵈ (Cᵈᵥ + Cᵈᵢ):
kalau Cᵈ << Cᵐ dan Lᵗ besar → beli masuk akal.
kalau Cᵈ mendekati Cᵐ dan Lᵗ kecil → lebih aman sewa jasa drone.
Harga drone pertanian 20 liter seperti NiVO Agrios 20L memang tampak besar di muka, tapi jika digunakan pada luas yang cukup dan dibandingkan dengan semprot manual 4–12 jam/ha, drone yang menghabiskan hanya ±15–20 menit/ha bisa menghemat 60–70% kebutuhan tenaga semprot, mempercepat pekerjaan dari hitungan hari menjadi jam, dan membuka peluang bisnis drone pertanian dengan pendapatan per hektar yang repeatable.
Ingin tahu berapa harga drone pertanian NiVO Agrios 20L yang paling sesuai dengan kebutuhanmu? Hubungi kami untuk cek harga drone pertanian, simulasi biaya sewa per hektar, dan opsi paket kredit drone pertanian agar investasi lebih ringan.
.png)



Comments