FAQ GNSS RTK TechnoGIS: 21 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Surveyor
- Marketing Harmoni Technology

- Dec 27, 2025
- 7 min read

Halaman ini merangkum 21 FAQ GNSS RTK TechnoGIS yang paling sering muncul dari surveyor di lapangan, terutama terkait:
masalah RTK (RTK tidak FIX, sinyal RTK putus),
trouble NTRIP dan radio 433 MHz tidak connect,
IMU tilt error dan pole miring,
hingga dukungan layanan support TechnoGIS dan opsi perpanjang garansi RTK.
FAQ dibagi per tema. Baca cepat judul pertanyaannya, pilih yang paling mendekati masalahmu, lalu ikuti langkah troubleshooting-nya.
Masalah RTK Tidak FIX dan Kualitas Sinyal
1. Kenapa RTK tidak mau FIX dan hanya berhenti di FLOAT terus?
Beberapa penyebab umum RTK tidak FIX:
Sinyal satelit buruk
Masking: tertutup bangunan, pepohonan lebat, tebing.
Cek skyplot dan jumlah satelit di receiver/controller.
Baseline terlalu panjang (untuk mode base–rover radio)
Jarak base–rover di luar rekomendasi (umumnya > 10–20 km).
Konfigurasi base dan rover tidak konsisten
Sistem koordinat berbeda,
pesan koreksi (RTCM/CMR) tidak cocok,
frekuensi update tidak sesuai.
Langkah cek cepat:
Pindah ke area lebih terbuka,
Pastikan base sudah FIX/konfigurasinya benar,
Restart link koreksi (radio/NTRIP),
Tunggu beberapa menit sambil pantau status satelit dan kualitas sinyal.
2. RTK saya sempat FIX, lalu turun ke FLOAT atau SINGLE. Kenapa?
Ini biasanya terkait kualitas link koreksi:
koreksi base ke rover terlambat atau putus sementara,
rover kehilangan sebagian satelit (terhalang),
ada interferensi di radio atau jaringan internet drop.
Solusi praktis:
cek kekuatan sinyal radio / kestabilan internet,
kurangi gerak agresif di area yang banyak halangan,
kalau sering terjadi di titik tertentu, tandai sebagai area “berisiko tinggi multipath”.
3. Apa indikator di layar yang harus saya lihat untuk memastikan solusi RTK sudah benar-benar FIX?
Minimal yang harus dipantau:
Status solusi: FIX (bukan FLOAT / SINGLE),
Jumlah satelit: cukup banyak dan stabil,
PDOP/HDOP: di angka yang wajar (rendah = lebih baik).
Kebiasaan baik:
sebelum menyimpan titik penting, tunggu 2–5 detik dalam kondisi FIX stabil,
jangan paksa menyimpan titik saat status masih FLOAT atau DGNSS biasa.
4. Apakah cuaca (hujan/berawan) bisa membuat RTK tidak FIX?
Cuaca berperan, tapi bukan faktor utama:
Hujan deras, awan tebal, dan kelembapan tinggi bisa sedikit mempengaruhi sinyal,
Namun yang lebih berbahaya biasanya:
pepohonan basah,
refleksi multipath dari permukaan logam/basah.
Praktisnya: jika di hari cerah RTK FIX dengan baik, lalu di hari hujan sangat sulit FIX di lokasi sama, kombinasinya: cuaca + lingkungan yang lebih buruk.
5. Bagaimana best practice posisi base supaya RTK lebih mudah FIX?
Pastikan base di lokasi selangit dan stabil:
terbuka ke langit,
tidak terlalu dekat bangunan/benda besar reflektif,
terikat ke titik kontrol yang jelas.
Tinggi antena base cukup (bukan terlalu rendah di dekat tanah),
Hindari memindah-mindahkan base tanpa dokumentasi koordinat yang jelas.
Base yang buruk = masalah RTK berulang, walaupun rover dan controller bagus.
NTRIP, Internet, dan CORS: Troubleshooting Link RTK Live
6. Kenapa sinyal RTK putus terus saat saya pakai NTRIP?
Trouble NTRIP umumnya karena:
Internet tidak stabil
sinyal seluler lemah,
pindah-pindah provider tanpa cek coverage.
Konfigurasi NTRIP salah
host/port salah,
mountpoint tidak sesuai,
salah username/password.
Tes sederhana:
Cek internet dengan browsing biasa di perangkat yang sama,
Pastikan parameter NTRIP (alamat server, port, mountpoint, user/pass) 100% benar,
Kalau pakai hotspot HP, pastikan tidak sering sleep/mati.
7. Apa solusi jika NTRIP putus di tengah pekerjaan?
Jika NTRIP drop:
Jangan panik, tahan posisi rover dulu
Lihat apakah link reconnect otomatis dalam beberapa detik.
Jika tidak reconnect:
Coba disconnect–connect ulang NTRIP,
Jika sinyal internet lemah, pindah beberapa meter ke area lebih terbuka.
Untuk pekerjaan penting:
pertimbangkan punya radio base–rover sebagai backup di lokasi yang internetnya terkenal tidak stabil.
8. Apa bedanya RTK via NTRIP dengan RTK via radio dari sisi troubleshooting?
RTK via NTRIP
Masalah utama: internet, setting akun CORS, konfigurasi client.
Cocok untuk jarak base–rover jauh (puluhan km) asalkan coverage internet bagus.
RTK via radio (misal 410–470 MHz)
Masalah utama: line of sight, gangguan frekuensi, daya transmisi.
Cocok untuk jarak pendek–menengah di area yang tidak punya CORS atau internet bagus.
Troubleshooting-nya beda fokus, tapi prinsip: pastikan koreksi base sampai ke rover dengan stabil.
9. Bagaimana cara mengecek apakah masalahnya di NTRIP server atau di perangkat saya?
Langkah logis:
Coba koneksi NTRIP dari lokasi lain (jika bisa) → jika tetap gagal, mungkin masalah di server/akun.
Coba akun NTRIP lain (jika punya) dengan perangkat yang sama → jika akun lain normal, masalah di akun/server pertama.
Coba login dengan perangkat lain (HP/receiver lain) ke server yang sama → jika semua gagal, besar kemungkinan masalah di sisi CORS/server.
Kalau semua kombinasi gagal, bawa detail ini saat konsultasi teknis GNSS RTK dengan pihak provider CORS/TechnoGIS.
Radio 433 MHz Tidak Connect: Diagnosa dan Solusi
10. Kenapa radio 433 MHz tidak connect antara base dan rover?
Penyebab klasik:
Frekuensi / channel berbeda antara base dan rover,
Baud rate atau mode modulasi tidak sama,
Antena radio tidak terpasang/longgar,
Ada obyek besar menghalangi line of sight,
Jarak terlalu jauh untuk power yang dipakai.
Langkah minimal:
Bandingkan pengaturan radio base dan rover (frekuensi, channel, baud),
Cek fisik antena (kencang, tidak rusak),
Tes di jarak dekat (10–20 m, line of sight jelas) untuk memastikan hardware normal.
11. Kenapa indikator radio menyala tapi rover tetap tidak menerima koreksi RTK?
Kemungkinan:
Radio base mem-broadcast, tapi pesan koreksi tidak cocok (format) atau tidak terbaca,
Port input koreksi di receiver rover belum di-set ke radio tersebut,
Ada konflik port (serial/COM) di setting perangkat.
Cek:
format koreksi yang dipancarkan base (RTCM, CMR, dsb.),
mapping port di menu komunikasi receiver TechnoGIS,
pastikan di rover input “RTK correction” diarahkan ke port radio yang benar.
12. Seberapa jauh jangkauan radio 433 MHz yang realistis di lapangan?
Tergantung:
power radio,
jenis antena,
ketinggian antena,
kondisi medan (flat vs berbukit, terbuka vs banyak halangan).
Sebagai angka kasar:
Dalam kondisi sangat baik, beberapa kilometer bisa tercapai,
Di medan berat dengan banyak halangan, bisa turun jadi ratusan meter saja.
Jika jangkauan dirasa terlalu pendek:
naikkan posisi antena base,
hindari penempatan base di balik tebing/lereng tajam,
pertimbangkan penggunaan repeater di kasus ekstrem.
13. Apa saja hal yang harus dicek sebelum menyimpulkan radio “rusak”?
Sebelum menyalahkan hardware:
Tes dengan jarak sangat dekat (10–20 m, pandangan lurus),
Coba tukar antena dengan antena lain yang pasti baik,
Cek pengaturan frekuensi & channel,
Coba kombinasi base/rover berbeda (kalau punya lebih dari satu unit).
Kalau di skenario “ideal” pun tetap gagal connect, baru masuk akal menginvestigasi kemungkinan kerusakan fisik radio.
IMU Tilt Compensation, Pole Miring, dan Error Terkait
14. Apa itu IMU tilt compensation dan kenapa kadang muncul IMU tilt error?
IMU tilt compensation:
modul IMU (Inertial Measurement Unit) di receiver mengukur sudut miring pole,
sistem mengkoreksi posisi titik seolah-olah pole tegak lurus,
sangat berguna ketika pengukuran di area sulit (lereng, dekat tepi, batu besar).
IMU tilt error muncul jika:
kalibrasi belum benar,
pole digerak-gerakkan terlalu cepat,
medan magnet/lingkungan sangat “bising” (dekat struktur besi besar).
Solusi:
ulangi kalibrasi IMU sesuai prosedur,
hindari gerakan ekstrem saat pengukuran,
jauhi objek logam besar saat kalibrasi.
15. Bagaimana jika pole miring tapi saya belum mengaktifkan fitur tilt compensation?
Jika tilt compensation tidak diaktifkan:
pole miring → koordinat titik akan bergeser dari posisi ideal (semakin besar sudut, semakin besar error),
pada tinggi pole 2 m, pole miring 10° saja bisa memberi error horizontal beberapa cm.
Kalau ingin hasil akurat:
biasakan menjaga pole tegak (gunakan bubble dengan disiplin),
atau aktifkan fitur IMU tilt compensation jika tersedia dan sudah dikalibrasi.
16. Kapan sebaiknya saya mematikan fitur IMU tilt compensation?
Sebaiknya dimatikan ketika:
sedang melakukan pengukuran yang mengharuskan pole betul-betul tegak dan kamu ingin menghilangkan variabel tilt,
IMU sering error karena lingkungan ekstrem (medan magnet kuat),
melakukan pekerjaan pengujian/benchmark yang ingin meminimalkan semua koreksi tambahan.
Namun untuk pekerjaan harian di medan sulit, tilt compensation yang sudah dikalibrasi dengan benar biasanya lebih menguntungkan dibanding dimatikan.
Data, Koordinat, dan Integrasi ke Software GIS/CAD
17. Kenapa koordinat hasil RTK saya tidak cocok dengan peta/GIS yang sudah ada?
Opsi penyebab:
Sistem koordinat berbeda (misalnya data lama pakai sistem lokal, data baru pakai UTM),
Datum berbeda (WGS84 vs datum lokal),
Tinggi: elipsoid vs ortometrik (pakai atau tidak pakai geoid).
Sebelum menyimpulkan “alat salah”, pastikan:
CRS di software GIS/CAD cocok dengan CRS yang dipakai receiver RTK,
semua dataset diproyeksikan ke sistem yang sama,
parameter transformasi (jika ada) diterapkan konsisten.
18. Format data apa yang paling aman supaya mudah diolah di berbagai software?
Aman dan umum:
CSV/TXT (X, Y, Z, kode) → fleksibel untuk GIS, CAD, spreadsheet,
DXF → praktis untuk CAD dan beberapa software tambang/jalan,
SHP → kalau sudah pakai workflow GIS.
Workflow yang rapi biasanya:
simpan data asli di format internal receiver,
ekspor salinan ke CSV + DXF,
baru kemudian diolah/diturunkan ke format turunan lain.
19. Bagaimana memastikan data RTK saya aman dan tidak hilang?
Minimal:
lakukan backup harian:
salin dari controller/receiver ke laptop atau server,
simpan dalam struktur folder yang jelas:
/2025/Proyek_A/Tanggal_xx/Survey_RTK,
hindari hanya menyimpan data di 1 perangkat lapangan.
Untuk instansi/perusahaan:
pertimbangkan SOP backup berkala ke storage eksternal atau cloud internal.
Layanan Support TechnoGIS, Konsultasi Teknis, dan Perpanjang Garansi RTK
20. Kapan saya harus kontak layanan support TechnoGIS, bukan hanya coba-coba sendiri?
Segera kontak layanan support TechnoGIS atau lakukan konsultasi teknis GNSS RTK ketika:
semua langkah troubleshooting dasar sudah dicoba dan masalah berulang,
ada indikasi kuat kerusakan hardware (tidak menyala, port rusak, radio mati total),
konfigurasi rumit:
integrasi ke CORS tertentu,
integrasi ke software khusus (tambang, konstruksi),
atau setup base permanen.
Saat menghubungi support, siapkan:
model dan seri perangkat,
versi firmware (jika ada),
kronologi masalah + foto/skrinsut layar,
file log jika diminta.
Ini mempercepat diagnosis dan solusi.
21. Apakah TechnoGIS menyediakan perpanjang garansi RTK dan pendampingan implementasi?
Umumnya, vendor seperti TechnoGIS menyediakan:
garansi standar di awal pembelian,
opsi perpanjang garansi RTK atau kontrak maintenance,
layanan pendampingan implementasi:
training lanjutan,
review workflow,
setup base permanen/NTRIP,
audit kualitas data.
Kalau unitmu sudah mendekati akhir garansi, masuk akal untuk:
menanyakan opsi perpanjang garansi RTK,
sekaligus mengevaluasi apakah perlu upgrade firmware/workflow.
FAQ ini dirancang sebagai “toolkit cepat” untuk surveyor:
kalau RTK tidak FIX,
sinyal RTK putus,
trouble NTRIP,
radio 433 MHz tidak connect,
atau IMU tilt error dan pole miring,
kamu punya alur pikir sistematis sebelum naik eskalasi ke konsultasi teknis GNSS RTK dan layanan support TechnoGIS.
.png)



Comments