top of page

Implementasi GNSS RTK TechnoGIS dalam Bidang Pertambangan


seorang petugas sedang memeriksa hasil pemetaan lahan pada pertambangan dengan TGS Geodetik GNSS RTK EQ1

Di tambang, angka bukan sekadar angka, tetapi volume cut and fill menentukan nilai material yang dipindahkan, kesalahan posisi jalan dan lereng bisa berhubungan langsung dengan risk & safety, dan keputusan desain dan produksi bergantung pada data topografi yang rapi.

GPS biasa dan metode manual tidak lagi cukup. Dibutuhkan GNSS RTK pertambangan, sistem positioning dengan akurasi centimeter untuk mendukung pekerjaan survei tambang harian. Di sini TechnoGIS RTK tambang masuk sebagai solusi receiver GNSS RTK yang tahan lapangan, mendukung multi-konstelasi, dengan fitur seperti IMU tilt compensation yang sangat berguna di medan tajam dan lereng.



Bagaimana RTK Digunakan di Tambang: Gambaran Workflow

Pemakaian standar GNSS RTK di tambang biasanya seperti ini:

  1. Base station

    • Dipasang di titik kontrol tetap (bench mark tambang),

    • Sinyal koreksi dikirim ke rover via radio (410–470 MHz) atau NTRIP (jika ada jaringan).

  2. Rover

    • Dipasang di pole surveyor,

    • Atau di atap alat berat (truk, dozer, grader) untuk machine guidance tertentu.

  3. Kegiatan harian dengan RTK

    • Pemetaan kontur pit dan bench,

    • Survey stockpile, ROM, dump area,

    • Penandaan (stake out) batas rencana galian/timbunan,

    • Monitoring pergeseran lereng dan fitur penting lain.

Intinya, RTK untuk survei tambang menjadi “mata” geospasial yang memberikan posisi presisi ke semua aktivitas utama tambang.



Pemetaan Topografi Tambang dengan GNSS RTK TechnoGIS

Tahap paling dasar: pemetaan topografi.

Dengan GNSS RTK TechnoGIS, surveyor berjalan/berkendara mengikuti jalur tertentu di pit, jalan, dump, dan stockpile. Titik ketinggian diambil rapat (dense points). Data diolah menjadi TIN/mesh, kontur, dan surface model (DTM/DSM).

Keuntungan dibandingkan metode tradisional:

  1. Kecepatan

    RTK memungkinkan pengambilan ribuan titik dalam satu shift, jauh lebih cepat dibanding total station manual di area luas.

  2. Cakupan area

    Pit, dump, jalan, dan fasilitas pendukung dapat dipetakan dalam satu campaign.

  3. Konsistensi data

    Dengan base tetap yang baik, data antar hari/minggu lebih konsisten, penting untuk membandingkan perubahan bentuk tambang dari waktu ke waktu.

Data topografi ini adalah input utama untuk perhitungan volume cut and fill dan perencanaan produksi.



RTK untuk Volume Cut and Fill: Seberapa Akurat?

Keakuratan RTK untuk menghitung volume cut and fill tergantung pada konfigurasi RTK benar, base dan kontrol terikat dengan baik, densitas titik pengukuran cukup, dan prosedur olah data dilakukan dengan disiplin.

Workflow umum:

  1. Surface awal. Diukur dengan RTK (existing ground / sebelum galian atau timbunan).

  2. Surface akhir. Diukur kembali setelah kegiatan penambangan / penimbunan.

  3. Selisih kedua surface

    Diproses di software tambang / CAD (Surpac, Minescape, Vulcan, Carlson, Civil 3D, dsb.), menghasilkan volume cut (material digali) dan fill (material ditimbun).

Kunci akurasi ada pada RTK memberi posisi yang cukup presisi (cm-level), faktor yang sering lebih berpengaruh justru pada kerapatan titik, representasi surface, dan metode perhitungan volume. Jika semua dikontrol, GNSS RTK TechnoGIS sangat layak untuk digunakan sebagai tulang punggung survei volume harian/mingguan.



Monitoring Lereng dengan RTK dan Manfaat IMU Tilt Compensation

Lereng tambang adalah salah satu elemen paling kritis dari sisi keamanan (slope stability). Di sini, kombinasi dari monitoring lereng RTK, dan fitur IMU tilt compensation, memberi beberapa keuntungan.


1. Monitoring posisi geometri lereng

Dengan RTK, surveyor bisa mengukur toe dan crest lereng, meng-update profil lereng secara periodik, dan membandingkan dengan desain/anggaran kemiringan yang aman. Jika ada indikasi perubahan bentuk yang signifikan, data ini bisa jadi trigger untuk analisis geoteknik lebih lanjut.


2. Manfaat IMU Tilt Compensation di Area Tambang

Apa manfaat IMU tilt compensation di area tambang? Di lapangan tambang dengan permukaan yang tidak rata, sering harus mengukur dekat tepi lereng atau di area berbatu, sangat sulit menjaga pole tegak 100%. Dengan IMU tilt compensation receiver dapat mengkoreksi posisi titik meskipun pole miring sampai sudut tertentu (misal hingga ±60°), surveyor tetap berdiri di posisi aman (menjauh dari tepi lereng), serta pengukuran titik di area sulit jadi lebih cepat dan aman. Keuntungan yaang dapat dirasakan

  1. Keamanan. Operator tidak perlu berdiri di pinggir tebing untuk “mendapatkan titik yang tepat”.

  2. Produktivitas. Tidak perlu terlalu lama “menata posisi pole” agar benar-benar tegak, titik di area curam bisa diambil lebih banyak dalam waktu singkat.

  3. Kualitas data. Meskipun pole miring, koordinat yang disimpan tetap berada di posisi “head” receiver yang dikoreksi tilt, sehingga mengurangi bias posisi akibat pole tidak tegak.

Untuk site yang serius dengan monitoring lereng RTK, fitur ini bukan gimmick, tapi real impact.



Penentuan Jalur Alat Berat dan Infrastruktur Tambang dengan RTK

Selain mapping dan volume, GNSS RTK TechnoGIS dipakai untuk:

  1. Penentuan dan alignment haul road

    Pada jalur truk angkut, radius tikungan, grade maksimum yang aman, RTK dipakai untuk stake out centerline dan batas jalan, memastikan jalan yang dibangun sesuai desain.

  2. Penempatan infrastruktur pendukung

    Pada crusher, conveyor, stockpile, workshop, fuel station, dsb. Koordinat presisi membantu menjaga jarak aman dari lereng, fasilitas lain, dan batas konsesi.

  3. Tracking posisi alat (untuk integrasi lanjutan)

    Di beberapa konfigurasi, receiver RTK dipasang di alat berat untuk memantau posisi real-time, membantu dispatch & optimasi rute.

Manfaat langsung:

  • mengurangi trial & error di lapangan,

  • mempercepat konstruksi fasilitas tambang,

  • memastikan semua berada di koordinat yang bisa dipertanggungjawabkan.



Integrasi GNSS RTK TechnoGIS dengan Drone, Total Station, dan Software Tambang

Di tambang modern, RTK bukan satu-satunya alat – tapi bagian dari ekosistem.

Umumnya:

  • Drone fotogrametri / LiDAR

    GNSS RTK TechnoGIS dipakai untuk pengukuran GCP / check point, dan validasi hasil model drone.

  • Total station / laser scanner

    Digunakan untuk area dengan detail sangat tinggi (misal dekat struktur atau alat besar). Koordinat kontrol dari RTK memastikan semua sistem berada di referensi yang sama.

  • Software tambang dan CAD

    • Data RTK masuk ke Surpac, Minescape, Vulcan, Carlson, Civil 3D, dsb.

    • Digunakan untuk desain pit, waste dump, jalan, dan perhitungan volume.

Dengan skema ini, TechnoGIS RTK tambang menjadi “anchor” koordinat yang menyatukan semua data:

  • titik lapangan,

  • drone,

  • total station,

  • desain,

  • produksi.



Apakah GNSS RTK Saja Cukup, Kapan Harus Dikombinasi Metode Lain?

RTK saja cukup untuk:

  • volume harian/mingguan stockpile dan pit dengan geometri relatif sederhana,

  • pemetaan haul road, dump, dan area kerja luas,

  • stake out batas rencana galian/timbunan,

  • pengecekan umum kondisi lereng.

Perlu kombinasi RTK + metode lain ketika:

  • butuh detail geometri sangat tinggi di area kecil (gunakan total station / scanner),

  • butuh model 3D sangat padat (pakai drone + GCP RTK),

  • butuh monitoring deformasi lereng real-time (pakai alat geoteknik spesifik: prisms, radar, extensometer, dsb.).

RTK adalah backbone koordinat; metode lain tinggal “numpang” di sistem referensi yang sama.


Dengan implementasi seperti ini, GNSS RTK TechnoGIS di pertambangan bukan hanya alat tambahan, tapi bagian inti dari rantai: survei → desain → produksi → monitoring yang menentukan efisiensi dan keamanan operasi tambang setiap hari.

Comments


bottom of page