top of page

Studi Kasus Penggunaan TechnoGIS GNSS RTK untuk Pemetaan Tambang dan Infrastruktur

Sebagian orang mungkin bertanya bagaimana hasil nyata penggunaan TechnoGIS RTK di tambang? Seberapa besar efisiensi waktu dengan RTK? Dan apakah data RTK mudah diintegrasikan ke software tambang dan desain jalan.

Untuk menjawabnya, kita bahas dua studi kasus TechnoGIS GNSS RTK:

  1. pemetaan tambang & volume cut and fill,

  2. RTK road survey untuk jalan tambang dan jalan raya.

Keduanya menunjukkan bagaimana pemetaan tambang RTK dan RTK road survey memberi dampak langsung ke produktivitas, biaya, dan kualitas data.


Pemetaan tambang cut & fill dan road survei pertambangan dengan TGS Geodetik BNSS RTK EQ 1


Studi Kasus 1 – Pemetaan Tambang dan Volume Cut and Fill dengan RTK

Latar Belakang Proyek Tambang

Sebuah perusahaan tambang (sebut saja PT M), tambang terbuka skala menengah, menghadapi masalah:

  • volume overburden dan ore hanya dihitung dengan metode manual/tachymetri sporadis,

  • waktu survei lama, sehingga update surface sering terlambat,

  • perbedaan perhitungan volume antara survei internal dan kontraktor.

Mereka memutuskan mengadopsi TechnoGIS GNSS RTK sebagai backbone pemetaan tambang RTK, dengan target:

  • mempercepat update topografi pit, dump, dan stockpile,

  • mendapatkan volume cut and fill yang konsisten dan bisa dipertanggungjawabkan,

  • memudahkan integrasi ke software tambang yang sudah dipakai.


Alur Kerja Pemetaan Tambang RTK TechnoGIS

Alur kerja (workflow) yang disusun bersama tim TechnoGIS:

  1. Setup base station

    • Base RTK dipasang di titik kontrol permanen di sekitar pit,

    • Koordinat base diikat ke sistem tambang (misalnya UTM + tinggi referensi tertentu),

    • Koreksi RTK dikirim ke rover via radio.

  2. Survey topografi pit, dump, dan stockpile

    • Rover RTK dibawa surveyor mengelilingi area kerja bench pit, haul road, dump area, stockpile, ROM.

    • Titik diambil dengan interval rapat di area perubahan elevasi tinggi (pit/dump), lebih jarang di area datar.

  3. Pembuatan surface model

    • Data RTK diekspor ke format kompatibel (CSV/DXF) dan diimpor ke software tambang (Surpac / Minescape / Vulcan, dll.),

    • Dibangun surface existing (kondisi awal) dan final (setelah kegiatan galian/timbunan).

  4. Perhitungan volume cut and fill

    • Surface existing vs final dibandingkan → dihitung volume cut (material yang digali) dan fill (material yang ditimbun),

    • Volume stockpile diukur berdasarkan model 3D yang dihasilkan dari titik RTK.

Workflow ini berjalan rutin mingguan untuk update volume produksi dan disposal.


Hasil Nyata dan Efisiensi Waktu yang Diperoleh

Setelah beberapa bulan:

  • Waktu survei berkurang signifikan

    • Sebelum RTK:

      • 1 hari kerja penuh hanya untuk topografi pit utama,

    • Setelah RTK:

      • area pit + dump + stockpile dapat dicakup dalam 1 hari dengan dua operator.

  • Update volume lebih sering dan lebih stabil

    • Sebelumnya: perhitungan volume kadang hanya sebulan sekali,

    • Setelah RTK: update mingguan/bulanan dengan effort yang masih realistis.

  • Perbedaan angka volume antar pihak mengecil

    • Dengan prosedur RTK yang standar dan data yang rapat,

    • gap perhitungan antara perusahaan dan kontraktor turun (lebih mudah dinegosiasikan karena basis datanya jelas).


Secara kualitatif, manajemen mendapatkan:

  • keputusan produksi yang lebih cepat,

  • perencanaan kapasitas dump dan stockpile yang lebih akurat,

  • dokumentasi geometri tambang yang lebih baik untuk audit.


Integrasi Data RTK ke Software Tambang

Satu pertanyaan awal dari PT M adalah apakah data RTK mudah diintegrasikan ke software tambang? Jawaban di lapangan: ya, karena data TechnoGIS GNSS RTK diekspor dalam format umum (CSV, DXF, SHP), software tambang sudah punya modul impor untuk format-format tersebut, sistem koordinat yang sama dijaga di seluruh alur kerja. Alur integrasi yang dipakai:

  1. Data RTK diekspor dalam format CSV (X, Y, Z, kode) dan DXF,

  2. Import ke Surpac / Minescape,

  3. Buat string/poligon,

  4. Generate surface untuk menghitung volume.

Dengan pola ini, studi kasus TechnoGIS GNSS RTK di tambang ini menjawab langsung:

  • “bagaimana hasil nyata penggunaan TechnoGIS RTK di tambang?”

  • “seberapa besar efisiensi waktu dengan RTK?”



Studi Kasus 2 – RTK Road Survey untuk Jalan Tambang dan Jalan Raya

Kebutuhan Data Geometri Jalan yang Presisi

Studi kasus kedua datang dari proyek peningkatan jalan tambang internal, dan perencanaan jalan penghubung yang akan diangkat menjadi jalan umum / jalan raya. Kebutuhannya adalah sebagai berikut:

  • profil memanjang (long section) dan melintang (cross section) jalan yang presisi,

  • rtk road survey yang cukup akurat untuk:

    • perhitungan volume timbunan/potongan jalan,

    • desain drainase,

    • penentuan elevasi dan grade maksimum.

Sebelumnya survey dilakukan dengan kombinasi GPS handheld (untuk rute kasar) + level manual,hasilnya lambat,akurasi spasial terbatas,sulit diintegrasikan ke desain digital.


Workflow RTK Road Survey dengan TechnoGIS GNSS RTK

TechnoGIS menyusun alur RTK road survey seperti ini:

  1. Penentuan rute dan stationing jalan

    Rencana centerline jalan dimasukkan ke controller, atau di-trace di lapangan dengan RTK untuk jalan eksisting.

  2. Pengukuran centerline (profil memanjang)

    Rover RTK berjalan di sepanjang centerline, titik diambil pada interval tertentu (misal setiap 10 m atau pada titik perubahan grade), di beberapa titik kunci (tikungan, puncak/tengah tanjakan) titik diperketat.

  3. Pengukuran cross section

    Di stasiun tertentu, RTK keluar dari centerline ke kiri dan kanan: bahu jalan, tepi parit, kaki/tubuh lereng, dsb. Data ini dipakai untuk membangun profil melintang.

  4. Pengolahan data di CAD / software jalan

    Data RTK diekspor ke format yang terbaca oleh Civil 3D, MX Road, atau software jalan lain. Dibangun: profil memanjang, cross section design, dan perhitungan volume jalan.

Pola ini berlaku baik untuk rtk untuk jalan tambang maupun rtk untuk jalan raya.


Manfaat bagi Desain, Konstruksi, dan Pemeliharaan Jalan

Beberapa hasil nyata yang dirasakan user:

  1. Kecepatan survei naik tajam

    Jalan puluhan kilometer bisa disurvei dalam beberapa hari, dibandingkan berminggu-minggu jika hanya mengandalkan metode manual.

  2. Data lebih kaya dan terstruktur

    Setiap titik punya: X, Y, Z, kode (centerline, tepi aspal, parit, dsb.), sangat memudahkan saat diolah di desain digital.

  3. Desain lebih optimal

    Engineer melihat profil jalan yang lebih realistis, perencanaan grade, superelevasi, dan drainase lebih akurat.

  4. Dokumentasi as-built lebih mudah

    Setelah konstruksi, RTK dipakai lagi untuk capture kondisi as-built, memudahkan verifikasi terhadap desain.

Studi kasus ini memperlihatkan bahwa rtk road survey dengan TechnoGIS GNSS RTK memberi “bahasa yang sama” antara tim survei dan tim desain jalan.



Pelajaran Penting dari Studi Kasus TechnoGIS GNSS RTK

Dari dua studi kasus di atas, beberapa pelajaran penting:

  1. Kunci ada di workflow, bukan hanya di alat

    TechnoGIS GNSS RTK jadi optimal ketika ada prosedur pengukuran, struktur data, dan alur ekspor–impor ke software tambang/jalan disepakati dengan jelas.

  2. Efisiensi waktu itu nyata

    Pemetaan tambang dan jalan yang sebelumnya sangat memakan waktu bisa dipadatkan, sehingga update data geometri menjadi lebih sering dan relevan.

  3. Integrasi ke software adalah syarat wajib

    Studi kasus ini menunjukkan bahwa data RTK TechnoGIS bisa mengalir ke Surpac/Minescape/Vulcan untuk tambang, dan ke Civil 3D / software jalan untuk infrastruktur.

  4. RTK bukan cuma “alat survei”, tapi sumber data keputusan

    Volume, desain, dan evaluasi proyek bertumpu pada data RTK, sehingga investasi di sistem dan pelatihan operator kembali dalam bentuk efisiensi operasional.


Dengan pendekatan berbasis studi kasus nyata seperti di atas, tim di lapangan tidak hanya “punya RTK”, tapi benar-benar mampu: menggunakan TechnoGIS GNSS RTK sebagai mesin produksi data presisi untuk pemetaan tambang, volume cut and fill, dan RTK road survey di proyek infrastruktur jalan.

Comments


bottom of page