top of page

Drone Sprayer NiVO Agrios 20L vs Sprayer Gendong: Hemat Waktu, Tenaga, dan Pupuk

Kolase foto antara penggunaan handsprayer dan drone sprayer pada penyemprotan lahan

Drone pertanian bukan lagi “gimmick pameran”. Di beberapa studi lapangan di Indonesia, drone sprayer terbukti jauh lebih efisien dibanding sprayer gendong/manual dari sisi waktu, tenaga kerja, dan cakupan luas lahan.

Artikel ini membandingkan Drone Sprayer NiVO Agrios 20L (kapasitas 20 liter, nozzle centrifugal, lebar semprot hingga ±20 m) dengan sprayer gendong yang selama ini umum dipakai petani. Fokusnya sederhana:

  • Seberapa besar penghematan waktu?

  • Seberapa banyak pengurangan tenaga kerja?

  • Seberapa jauh penurunan volume pupuk/herbisida per hektar?



Gambaran Singkat: Sprayer Gendong vs Drone Sprayer NiVO Agrios 20L

Sprayer Gendong (Manual/elektrik)

Sprayer gendong masih menjadi standar di banyak sawah dan kebun: tangki 16–20 liter di punggung, operator berjalan mengelilingi petakan.

Kelebihan:

  • Investasi awal murah.

  • Perawatan teknis sederhana.

  • Suku cadang mudah ditemukan di kios pertanian.

  • Pada sprayer gendong elektrik, konsistensi penyemprotan dan tekanan pompa cukup stabil.

Kekurangan utama:

  • Sangat bergantung tenaga fisik operator.

  • Kecepatan kerja rendah, terutama di lahan >1 ha.

  • Dosis sering tidak konsisten karena kecepatan jalan dan tekanan pompa tidak stabil (manual)


Drone Sprayer NiVO Agrios 20L

NiVO Agrios 20L adalah drone sprayer dengan:

  • Kapasitas tangki: 20 liter.

  • Nozzle: 4–6 nozzle centrifugal untuk menghasilkan droplet halus.

  • Lebar semprot: hingga ±20 m (bergantung setting dan kondisi angin).

  • Operasi per flight: mampu menjangkau ±1–2 ha per penerbangan tergantung dosis dan volume per ha.

Studi drone sprayer di tebu Jawa Timur menunjukkan bahwa satu drone dengan satu operator bisa menyemprot 1–2 ha per flight dan berulang sampai puluhan hektar per hari kerja.



1.Waktu Kerja: Drone Jauh Lebih Cepat

Data Lapangan: Manual vs Drone per Hektar

Dari penelitian penyemprotan pupuk cair pada tebu:

  • Metode konvensional (sprayer punggung), membutuhkan waktu: 248 menit (±4,13 jam) per hektar.

  • Drone Sprayer, membutuhkan waktu: 18 menit per hektar.

Artinya, untuk luasan yang sama, drone sekitar 13–14 kali lebih cepat daripada sprayer gendong.

Dalam satu hari kerja 8 jam (480 menit):

  • Manual hanya mampu ±1,64 ha/hari.

  • Drone mampu ±26,67 ha/hari.

Studi lain menunjukkan perbandingan ekstrem:

  • Sprayer manual: 12 jam/ha, volume pupuk 120 L/ha.

  • Drone sprayer: 0,25 jam/ha (±15 menit) dengan volume 40 L/ha.

Ini konsisten dengan klaim bahwa drone sprayer bisa memberikan efisiensi waktu >90% dibanding metode manual.


Implikasi untuk NiVO Agrios 20L

Dengan kapasitas 20 liter dan lebar semprot besar, NiVO Agrios 20L secara praktis berada di kelas yang sama dengan drone yang diuji di lapangan:

  • Target realistis: ±1 ha per 15–20 menit (tergantung dosis per ha).

  • Dalam 8 jam efektif, drone bisa menjangkau puluhan hektar, sementara sprayer gendong baru menyelesaikan 1–2 ha.



2. Tenaga Kerja: Dari Tim ke Satu Operator

Sprayer gendong biasanya memerlukan beberapa orang untuk mengangkat dan mengoperasikan sprayer, mengisi ulang larutan, dan mengatur logistik air dan pupuk/herbisida. Di sisi lain, drone sprayer di studi tebu dioperasikan oleh 1 orang yang berperan sebagai pilot sekaligus operator penyemprotan.

Hasil analisis menunjukkan: efisiensi tenaga kerja mencapai ±66,67% (pengurangan tenaga kerja).

Implementasi di NiVO Agrios 20L akan mengikuti pola yang sama:

  • 1 operator drone bisa menggantikan beberapa operator sprayer punggung untuk luas lahan yang sama.

  • Kelelahan fisik operator jauh lebih rendah karena tidak perlu berjalan sambil membawa beban 16–20 kg di punggung.



3. Volume Pupuk / Herbisida: Hemat Larutan, Tetap Efektif

Studi SENTER 2021 mencatat:

  • Manual: 120 L pupuk cair/ha.

  • Drone sprayer: 40 L pupuk cair/ha untuk luasan yang sama.

Artinya, penghematan volume larutan ±67% tanpa menurunkan cakupan lahan.

Drone sprayer mampu menyemprotkan cairan dalam bentuk butiran halus sehingga distribusi pupuk/pestisida lebih merata, meningkatkan produktivitas dan sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

NiVO Agrios 20L dengan nozzle centrifugal cocok untuk low-volume application (volume rendah per ha, droplet halus). Potensial menurunkan kebutuhan larutan per ha dibandingkan sprayer gendong, asalkan dosis bahan aktif per ha tetap dijaga sesuai rekomendasi label.



4. Dampak ke Biaya Operasional: Contoh Kasus Sederhana

Misal lahan Anda 10 ha dan perbandingan berdasarkan data lapangan:

Waktu Kerja

  • Manual (sprayer gendong) ±4,13 jam/ha → ±41,3 jam untuk 10 ha.

  • Drone sprayer ±0,3 jam/ha (18 menit) → ±3 jam untuk 10 ha.

Dengan tarif tenaga kerja misalnya Rp100.000 per 8 jam:

  • Manual: butuh >5 hari-kerja penuh.

  • Drone: selesai dalam kurang dari setengah hari, bahkan dengan tambahan waktu pengisian baterai dan tangki.


Volume Larutan

  • Manual: 120 L/ha → 1.200 L untuk 10 ha.

  • Drone: 40 L/ha → 400 L untuk 10 ha.

Penghematan 800 L larutan untuk 10 ha berarti:

  • Lebih sedikit air yang harus disediakan di lapangan.

  • Biaya bahan aktif (pupuk/herbisida) bisa diturunkan, atau setidaknya tidak boros akibat overlap dan double-coverage.



5. Kapan Sebaiknya Mulai Beralih ke Drone Sprayer NiVO Agrios 20L?

Sangat Masuk Akal Jika:

  • Lahan Anda >5 ha dan penyemprotan dilakukan berkala (pupuk daun, herbisida, fungisida).

  • Tenaga kerja semakin sulit dan mahal (wilayah dengan urbanisasi tinggi).

  • Waktu penyemprotan kritis (misal aplikasi herbisida pra-tumbuh yang tidak boleh terlambat).

  • Area sulit dijangkau operator (lumpur tebal, lereng, sisa genangan).


Masih Cukup dengan Sprayer Gendong Jika:

  • Lahan <1 ha, frekuensi penyemprotan rendah.

  • Modal sangat terbatas dan akses ke layanan sewa drone sprayer belum ada.

Namun, bahkan di lahan kecil, layanan sewa drone sprayer mulai banyak ditawarkan sehingga petani tidak perlu membeli unit, cukup membayar biaya per ha dan tetap menikmati efisiensi waktu dan tenaga.



6. Tantangan dan Batasan Drone Sprayer

Tidak ada teknologi tanpa konsekuensi. Beberapa hal yang perlu dihitung sebelum mengadopsi NiVO Agrios 20L:

  1. Investasi Awal / Biaya Sewa

    Harga drone 20 L jelas jauh di atas sprayer gendong. Solusinya: skema kelompok tani, koperasi, atau Jasa Penyemprotan Drone.

  2. Kapasitas SDM

    Perlu pilot bersertifikat dan teknisi yang paham baterai, motor, dan sistem kontrol.

  3. Cuaca dan Angin

    Angin kencang dapat meningkatkan drift; perlu SOP waktu semprot (pagi/sore) dan ketinggian yang tepat.

  4. Regulasi Udara dan Keselamatan

    Untuk area dekat bandara atau permukiman padat, perlu patuh regulasi dan batas ketinggian terbang.



7. Strategi Implementasi NiVO Agrios 20L di Lahan Petani

Supaya peralihan dari sprayer gendong ke drone tidak “kaget biaya” dan “kaget teknis”, pola praktis yang bisa dipakai:

  1. Mulai dari Layanan Sewa (Service Model)

    Petani/kelompok tani memanggil operator NiVO Agrios 20L berbasis fee per ha. Data efisiensi waktu, biaya, dan hasil dicatat 1–2 musim tanam sebagai baseline.

  2. Cluster Lahan

    Kelompokkan beberapa petani dalam satu blok 10–20 ha agar turn-around drone efisien dan biaya per ha lebih murah.

  3. Integrasi dengan Pemetaan (Opsional)

    Area semprot dapat dipetakan dengan GPS/RTK untuk jalur penerbangan yang lebih presisi, sebagaimana workflow penggunaan drone dengan GPS pada studi tebu.

  4. SOP Keamanan & Lingkungan

    Atur SOP drift, jarak dari pemukiman, dan APD kru pendukung di lapangan.



Kesimpulan: Drone Sprayer NiVO Agrios 20L Bukan Sekadar “Lebih Canggih”, Tapi Secara Angka Lebih Efisien

Dari data lapangan dan studi di Indonesia:

  • Waktu: Drone sprayer bisa memangkas waktu penyemprotan dari jam menjadi menit per hektar (efisiensi waktu >90%).

  • Tenaga kerja: Kebutuhan tenaga kerja bisa turun lebih dari 60%, cukup 1 operator untuk puluhan hektar per hari.

  • Volume larutan: Volume pupuk/herbisida bisa turun ±67% per ha tanpa mengurangi cakupan lahan.

Jika selama ini sprayer gendong membuat penyemprotan lahan selalu kejar-kejaran waktu dan tenaga, NiVO Agrios 20L menawarkan jalan pintas yang terukur: lebih cepat, lebih ringan di tenaga kerja, dan lebih hemat larutan.

Kalau kamu sudah siap masuk ke level pertanian presisi, langkah logis berikutnya adalah:

  • Mulai hitung biaya per ha sprayer gendong vs sewa/beli drone.

  • Uji coba 1–2 musim tanam dengan NiVO Agrios 20L di sebagian blok lahan.

  • Lihat sendiri beda kecepatan kerja, konsumsi larutan, dan kenyamanan operasionalnya.

Comments


bottom of page