top of page

Memahami Tekanan (Bar/PSI) pada Hand Sprayer

Updated: Dec 24, 2025

two farmers learn about pressure (bar/PSI) on handsprayer

Saat melihat spesifikasi hand sprayer, apalagi sprayer elektrik atau 2in1, sering terlihat angka tekanan kerja: X bar atau Y PSI (pound per square inch). Keduanya adalah satuan tekanan:

  • 1 bar ≈ 14,5 PSI,

  • 3 bar ≈ 43,5 PSI,

  • 4 bar ≈ 58 PSI, dan seterusnya.

Pada sprayer pertanian skala kecil–menengah, tekanan kerja biasanya sekitar 2–5 bar (±30–70 PSI), cukup untuk menghasilkan semprotan yang bisa menjangkau daun/tajuk tanaman dengan nozzle yang tepat.

Jadi ketika kamu baca spesifikasi “tekanan kerja 0,3–0,5 MPa” → itu setara ±3–5 bar (1 MPa = 10 bar).



Apa Hubungan Tekanan dengan Ukuran Droplet dan Drift?

Tekanan bukan sekadar “semakin besar semakin kuat”. Ada dua efek utama:

  1. Ukuran droplet (butiran semprot)

    Tekanan lebih tinggi cenderung menghasilkan droplet lebih kecil (asumsi nozzle sama), sebaliknya jika tekanan lebih rendah maka droplet cenderung lebih besar.

  2. Drift (butiran terbawa angin)

    Droplet kecil lebih mudah terbawa angin, melayang jauh dari target drift tinggi. Droplet terlalu besar cenderung jatuh cepat, bisa menetes berlebihan di tanaman/tanah.


Tujuan di lapangan adalah mencari kombinasi tekanan + nozzle yang memberi droplet cukup halus untuk melapisi permukaan daun dengan baik, tapi cukup berat agar tidak mudah terbawa angin.



Tekanan Terlalu Rendah vs Terlalu Tinggi (Masalah di Lapangan)

1. Tekanan terlalu rendah

  • Gejalanya jarak semprot pendek, droplet sangat kasar, dan pola semprot tidak menyebar dengan baik.

  • Dampaknya pada bagian tanaman tertentu tidak terjangkau, konsentrasi larutan menumpuk di titik tertentu (boros & berisiko fitotoksik), serta aplikasi herbisida tidak merata yang dapat mengakibatkan gulma banyak yang lolos.

2. Tekanan terlalu tinggi

  • Gejala semprotan tampak “kabut halus”, serasa ringan dan mudah “kabur” kalau ada angin, jangkauan jauh, tapi sulit dikendalikan.

  • Dampaknya, drift tinggi mengakibatkan larutan bisa mendarat di tanaman yang tidak ingin disemprot, lahan tetangga, bahkan badan air. Kerugian bahan (banyak yang tidak kena target), serta potensi masalah lingkungan dan kesehatan.

Kuncinya adalah tekanan ideal bukan tentang angka maksimum, tapi juga kecocokan dengan nozzle dan tujuan aplikasi.



Peran Regulator dan Sistem Tekanan Stabil pada Sprayer

Pada sprayer modern (khususnya elektrik/2in1), kamu sering melihat knob pengatur tekanan atau klaim “tekanan stabil”. Fungsinya:

  1. Regulator / knob pengatur tekanan

    Mengizinkan operator mengatur tingkat tekanan sesuai kebutuhan seperti lebih rendah untuk aplikasi yang sensitif drift, atau lebih tinggi (masih wajar) untuk menjangkau tajuk yang agak tinggi.

  2. Sistem cut-off otomatis

    Pompa berhenti ketika trigger ditutup, hidup lagi ketika trigger dibuka. bertujuan untuk mengurangi “lonjakan” tekanan dan melindungi pompa.

  3. Tekanan yang lebih stabil

    Dibanding manual yang naik-turun sesuai ritme pompa tangan, sprayer dengan regulator yang baik akan menjaga pola semprot lebih konsisten, dan membantu dosis lapangan lebih mendekati yang dihitung di awal.



Cara Praktis Menjaga Tekanan Lebih Stabil (Manual & Elektrik)

A. Pada sprayer manual

  1. Pompa dengan ritme teratur

    Jangan melakukan pompa dengan pola: sekali banyak lalu berhenti lama. Lebih baik pompa sedikit tapi sering untuk menjaga tekanan tidak anjlok.

  2. Jangan memaksa pompa saat seal sudah aus

    Jika seal bocor, tekanan akan sulit naik, kamu bisa mengganti seal/o-ring ketika mulai terasa “ngelos”.

  3. Periksa filter dan jalur air

    Filter setengah mampet akan mengganggu aliran dan mengubah rasa tekanan di tangan.


B. Pada sprayer elektrik

  1. Gunakan pengatur tekanan (jika ada) dengan bijak

    Mulai dari tekanan sedang, uji pola semprot di area kecil, baru naikkan/kurangi sesuai kebutuhan.

  2. Pastikan baterai sehat

    Jika baterai lemah, pompa tidak mampu mencapai tekanan yang diiklankan. Lakukan perawatan baterai dengan melakukan charge yang tepat, jangan simpan dalam kondisi kosong total

  3. Jangan memaksa pompa bekerja terus-menerus tanpa jeda

    Beri istirahat sesekali agar tidak overheat, ini juga menjaga performa tekanan jangka panjang.



Tips Memilih Hand Sprayer Terkait Tekanan

Saat melihat brosur/spesifikasi:

  1. Cari informasi “tekanan kerja”, bukan hanya “tekanan maksimum”

    Tekanan kerja (working pressure) adalah tekanan yang realistis dipakai di lapangan. Tekanan maksimum hanya batas atas sistem (sering kali tidak praktis dipakai lama-lama).

  2. Prioritaskan sistem tekanan yang stabil

    Untuk elektrik: ada regulator / knob pengatur tekanan, dan sistem cut-off

    Untuk manual: pompa dan seal berkualitas sehingga tidak cepat bocor.

  3. Perhatikan kombinasi dengan nozzle

    Produsen yang peduli biasanya memberi tipe nozzle yang jelas (fan, cone, adjustable), rekomendasi penggunaan (pestisida/herbisida/pupuk daun).

  4. Jangan terjebak klaim “tekanan tinggi = pasti bagus”

    Tekanan terlalu tinggi justru meningkatkan drift dan pemborosan. Yang Terpenting adalah tekanan cukup + stabil + nozzle tepat.

  5. Pertimbangkan adanya regulator

    Untuk petani yang menyemprot berbagai jenis bahan (pupuk, pestisida, herbisida), regulator sangat berguna karena setiap bahan bisa butuh gaya semprot berbeda.

Comments


bottom of page