top of page

Urutan Pencampuran Pestisida di Tangki Sprayer

Updated: Dec 24, 2025


pencampuran bahan penyemprotan, urutan pencampuran pestisida untuk handsprayer

Banyak masalah di lapangan bukan karena bahan kimianya “jelek”, tapi karena cara peracikan bahan di tangki sprayer mungkin salah. Ini bisa menyebabkan larutan berubah jadi kental dan menggumpal, bahan aktif mengendap di dasar tangki, nozzle dan filter cepat mampet, hingga semprotan tidak merata dan efektivitas turun. Dengan urutan mixing yang benar dan uji kompatibilitas sederhana kamu bisa mendapatkan larutan lebih stabil, alat lebih awet, dan aplikasi di lahan lebih dekat ke rekomendasi label.

Catatan penting:

Selalu utamakan petunjuk pada label produk. Kalau label melarang campuran tertentu, jangan dilawan.



Prinsip Dasar Pencampuran Pestisida di Tangki Sprayer

Beberapa prinsip yang harus dipegang:

  1. Air adalah media utama

    • Pestisida/herbisida/pupuk daun dicampur ke air, bukan sebaliknya.

  2. Stir / pengadukan harus cukup, bukan asal

    • Pengadukan terlalu lemah → bahan tidak larut sempurna,

    • Pengadukan kuat tapi sebentar → sama saja.

  3. Urutan campur memengaruhi stabilitas larutan

    • Beberapa formulasi butuh masuk duluan (misalnya bentuk tepung/dispersible),

    • Yang lain harus dimasukkan terakhir (misalnya adjuvant tertentu).

  4. Tidak semua produk boleh dicampur

    • Campur sembarangan bisa bikin:

      • reaksi kimia yang mengurangi efektivitas,

      • endapan berat yang menyumbat sprayer.



Kenapa Larutan Bisa Menggumpal atau Mengendap?

Beberapa penyebab umum:

  • Formulasi tepung (WP/WDG) langsung dituangkan banyak ke air statis tanpa pengadukan → menggumpal.

  • Campuran produk yang tidak kompatibel → terbentuk endapan seperti lumpur.

  • Air yang dipakai sangat keras (kandungan mineral tinggi) dan tidak ada penyesuaian.

  • Urutan salah: adjuvant dimasukkan terlalu awal sehingga mengganggu proses rehidrasi dan dispersi bahan lain.

Hasilnya:

  • tangki kotor,

  • jalur sprayer tersumbat,

  • bahan aktif tidak terdistribusi merata di lahan.



Urutan Pencampuran Pestisida yang Umum Direkomendasikan

Urutan berikut adalah pola umum yang sering dipakai di lapangan (tetap harus tunduk ke label produk masing-masing):

  1. Air bersih + pengadukan berjalan

    Isi tangki dengan air ±½–¾ volume yang dibutuhkan. Mulai aduk dengan pengaduk manual (stick) atau sistem agitasi jika sprayer punya.

  2. Produk berbentuk tepung/dispersible (WP, WDG, DF)

    Produk yang perlu rehidrasi dan dispersi biasanya masuk duluan. Tujuannya untuk memberi waktu cukup untuk pecah dan menyebar di air.

  3. Produk bentuk suspensi (SC, SE, suspo-emulsion)

    Formulasi yang mengandung partikel tersuspensi, masuk setelah tepung terdispersi.

  4. Produk bentuk larutan (SL, SP, EC tertentu)

    Formulasi yang mudah larut, biasanya masuk setelah tepung dan suspensi stabil.

  5. Adjuvant / surfaktan / minyak tambahan (jika memang dianjurkan)

    Banyak adjuvant sebaiknya dimasukkan paling akhir, karena bisa memengaruhi cara bahan lain bercampur.

  6. Tambahkan air sampai volume akhir

    Setelah semua bahan masuk, tambah air sambil tetap diaduk sampai tercapai volume target di tangki.

Poin penting:

Setiap kali menambahkan produk baru, pastikan pengadukan tetap berjalan.



Uji Kompatibilitas Sederhana Sebelum Mencampur di Tangki

Kalau kamu ragu dua atau lebih produk boleh dicampur atau tidak, lakukan uji kompatibilitas kecil dulu.

Cara uji sederhana (jar test):

  1. Siapkan botol bening/gelas ukuran kecil, air yang sama dengan yang akan dipakai di sprayer.

  2. Isi botol dengan air (misalnya 500 ml)

    Gunakan urutan yang sama seperti rencana di tangki: tepung → suspensi → larutan → adjuvant.

  3. Gunakan dosis skala kecil

    Sesuaikan perbandingan dengan takaran sesungguhnya, tapi dalam volume kecil.

  4. Aduk perlahan dan biarkan beberapa saat

    Perhatikan apakah: larutan tetap seragam, atau muncul gumpalan, endapan berat, atau pemisahan fase.

  5. Kalau muncul endapan/gumpalan jelas:

    Jangan gunakan campuran tersebut di tangki, Cari alternatif lain misal dengan aplikasi terpisah, atau konsultasikan ke pihak teknis / label resmi.

Uji ini tidak menjamin 100% aman, tapi sangat membantu menghindari campuran yang jelas-jelas bermasalah.



Praktik Aman Saat Mengisi dan Mencampur di Tangki Sprayer

1. Gunakan APD saat mencampur, bukan hanya saat menyemprot

  • Masker/respirator,

  • Sarung tangan nitrile,

  • Kacamata pelindung,

  • Pakaian lengan panjang.

Saat mencampur, konsentrasi bahan kimia jauh lebih pekat daripada saat sudah diencerkan di lahan.


2. Gunakan saringan saat menuang ke tangki

  • Letakkan filter/saringan di mulut tangki,

  • Tujuannya untuk menangkap gumpalan kecil, mencegah benda asing masuk (pasir, plastik sobekan, dll).


3. Jangan mencampur di dekat sumber air minum

Hindari area dekat sumur, selokan yang mengarah ke pemukiman, atau kolam ikan, Jika terjadi tumpahan, dampaknya tidak langsung menuju sumber air penting.


4. Aduk secukupnya, jangan hanya “sekali putar”

Setelah semua bahan masuk, aduk lagi sampai larutan tampak homogen. Untuk sprayer yang punya pengaduk mekanis/recirculation, pastikan sistem berjalan sebelum dan selama penyemprotan.



Boleh Campur Apa Saja? Ini Batasan Umumnya

Ingatlah untuk selalu membaca label. Jika label menyatakan “jangan dicampur dengan…”, ikuti itu.

Sebagai garis besar:

  • Jangan asal campur banyak produk sekaligus hanya karena ingin hemat waktu,

  • Produk berbasis minyak tertentu bisa tidak cocok dengan beberapa formulasi lain,

  • Beberapa pupuk daun tidak kompatibel dengan jenis pestisida tertentu.

Jiks ragu dan tidak ada panduan resmi coba lakukan uji kompatibilitas kecil (jar test), atau gunakan aplikasi terpisah (hari berbeda / sesi berbeda).



Endapan di Dasar Tangki – Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau sudah terlanjur ada endapan tebal di dasar tangki, dan dinding tangki dilapisi lapisan kental, jangan abaikan.

Langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya semakin parah:

  1. Hentikan penyemprotan,

  2. Kosongkan tangki di area aman (sesuai SOP limbah),

  3. Cuci tangki:

    • isi air bersih,

    • kocok dan semprotkan keluar,

    • ulangi beberapa kali sampai bersih,

  4. Lepas dan bersihkan filter, selang, dan nozzle:

    • rendam di air bersih (boleh dengan sabun ringan),

    • sikat lembut,

    • bilas lagi.


Jika endapan keras dan sulit hilang itu artinya butuh pembersihan lebih intensif. Jika memungkinkan, gunakan bantuan jasa servis untuk pembongkaran lebih lengkap.



Pengadukan Saat Penyemprotan Berlangsung

Beberapa formulasi (terutama wp/wdg/sc) cenderung turun pelan-pelan ke bawah jika tangki dibiarkan diam lama, tidak ada pengadukan lanjutan.

Karena itu untuk sprayer yang tidak punya agitasi otomatis harap kocok ringan atau goyangkan sprayer sesekali di sela jalur. Jangan biarkan tangki penuh dibiarkan diam terlalu lama sebelum disemprot.

Tujuannya agar konsentrasi bahan aktif di awal dan akhir tangki tidak terlalu berbeda.

 
 
 

Comments


bottom of page