GPS Geodetik RTK: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja untuk Survey Presisi
- Marketing Harmoni Technology

- Dec 22, 2025
- 5 min read
Updated: Dec 25, 2025

GPS Geodetik RTK adalah sistem penerima satelit (GNSS receiver) yan dirancang khusus untuk pekerjaan survey dan pemetaan presisi tinggi. Berbeda dengan GPS biasa di HP, GPS geodetik RTK mampu mencapai akurasi di level centimeter untuk posisi horizontal, stabil dan konsisten untuk pekerjaan teknis seperti pemetaan batas lahan, desain jalan, jaringan irigasi, hingga konstruksi.
Dalam praktiknya, perangkat ini sering disebut RTK GNSS, GPS RTK, atau RTK survey receiver. Jadi jika muncul pertanyaan “gps rtk adalah apa?”, jawabannya sistem GNSS geodetik yang menggunakan teknik Real-Time Kinematic (RTK) untuk mengurangi error sinyal satelit sehingga posisi bisa dibaca sangat presisi di lapangan.
Apa itu RTK?
Secara istilah RTK adalah singkatan dari Real-Time Kinematic. RTK berarti teknik penentuan posisi GNSS real-time dengan cara mengirim koreksi dari satu titik referensi (base) ke penerima bergerak (rover). Koreksi ini menghilangkan sebagian besar error satelit, ionosfer, troposfer, dan bias lainnya. Ringkasnya RTK adalah metode untuk “memperbaiki” posisi GNSS secara langsung di lapangan sehingga akurasi turun dari meter ke centimeter. RTK GNSS inilah yang membuat gps geodetik rtk menjadi standar di banyak pekerjaan survey modern.
Peran RTK GNSS dalam Survey dan Pemetaan Modern
Peran RTK dalam survey sangat sentral, terutama ketika:
batas bidang tanah harus jelas (sertifikat, pengukuran ulang BPN, layout kavling),
desain teknis butuh presisi (jalan, jembatan, bendungan, jaringan pipa),
pemetaan lahan pertanian presisi (precision farming),
monitoring deformasi (tanah longsor, bendungan, struktur).
Keunggulan RTK GNSS dibanding GPS biasa:
Akurasi tinggi (centimeter)
Umumnya di kisaran:
horizontal: ±10 mm + 1 ppm,
vertikal: ±15–20 mm + 1 ppm (tergantung spesifikasi receiver).
Real-time
Operator langsung lihat koordinat yang sudah dikoreksi di lapangan, Tidak perlu selalu post-processing di kantor (kecuali pekerjaan tertentu).
Efisiensi waktu
Jalur survey lebih cepat, titik yang diambil bisa sangat banyak dalam satu hari kerja, sangat cocok untuk RTK survey skala besar.
Cara Kerja RTK GNSS: Base, Rover, dan Koreksi Real-Time
Konsep Base dan Rover
Dalam sistem GPS geodetik RTK, ada dua komponen utama:
Base (stasiun referensi)
Ditempatkan di titik yang posisinya diketahui (atau ditentukan dengan metode statik presisi),
Menghitung error sinyal GNSS di lokasinya,
Mengirim koreksi RTK ke rover.
Rover
Unit yang dibawa surveyor berkeliling,
Menerima sinyal GNSS langsung + koreksi RTK dari base,
Menghitung posisi yang sudah diperbaiki (corrected position) dengan akurasi centimeter.
Komunikasi base → rover bisa memakai:
Radio internal UHF/VHF (misalnya 410–470 MHz atau 433 MHz), atau via internet (NTRIP) jika menggunakan jaringan data seluler.
Koreksi RTK via Radio dan NTRIP
Radio RTK
Base mengirim koreksi lewat radio internal, kemudian Rover menangkap sinyal radio selama masih dalam jangkauan (beberapa kilometer tergantung kondisi dan power).
RTK NTRIP
Base (atau jaringan referensi) terhubung ke server NTRIP, Rover memakai koneksi internet (SIM card di controller/HP) untuk menerima koreksi. Cocok untuk area yang sudah punya jaringan data seluler.
Protokol data koreksi yang umum:
RTCM 2.x / RTCM 3.x,
CMR / CMRx,
Format lain khusus vendor.
Receiver modern biasanya mendukung beberapa format sekaligus agar fleksibel integrasi di lapangan.
Perbedaan GPS Biasa, DGPS, dan RTK (RTK vs DGPS)
Pertanyaan klasik yang mungkin kita temui adalah “Apa perbedaan RTK dan GPS biasa?” dan “RTK DGPS itu apa?”
GPS biasa (standar konsumen / HP)
- Akurasi tipikal: 3–10 meter,
- Dipengaruhi error satelit, ionosfer, multipath, dsb,
- Cukup untuk navigasi, tracking kendaraan, aplikasi non-teknis.
DGPS (Differential GPS)
- Menggunakan stasiun referensi, tapi koreksi umumnya lebih sederhana,
- Akurasi meningkat menjadi: ±0,5–1 meter (tergantung sistem),
- Cocok untuk aplikasi kelautan, navigasi kapal, pertanian presisi level “basic”.
RTK GNSS
- Menggunakan teknik carrier-phase measurement dan penyelesaian ambiguities (integer ambiguity resolution),
- Error jauh lebih dikurangi dibanding DGPS,
- Akurasi: horizontal bisa di level 1–2 cm, vertikal sekitar 2–3 cm (RMS),
- Cocok untuk survey geodetik, boundary, konstruksi, dan pekerjaan yang butuh presisi tinggi.
Jadi untuk RTK vs DGPS, RTK adalah “versi jauh lebih presisi” dari teknik koreksi diferensial, dengan peran kuat di survey dan konstruksi, bukan sekadar navigasi.
Kapan Harus Menggunakan GPS Geodetik RTK?
Beberapa kondisi di mana GPS Geodetik RTK bukan lagi opsi, tapi kebutuhan:
Survey batas lahan resmi, seperti pengukuran sertifikat, pendaftaran tanah, pemetaan bidang.
Perencanaan & konstruksi infrastruktur, jalan, jembatan, saluran irigasi, bendungan, pelabuhan.
Stockpile & volume, untuk mengukur timbunan, galian, volume cut and fill.
Pemetaan topografi detail, peta kontur, DEM lokal, desain site plan.
Pertanian presisi tingkat lanjut, penentuan blok tanam, peta hasil, variable rate, dll.
Di luar kebutuhan seperti di atas, GPS biasa atau DGPS bisa cukup. Tapi begitu bicara presisi tinggi dan tanggung jawab legal/teknis, RTK GNSS hampir selalu jadi standar.
Contoh Spesifikasi GPS Geodetik RTK untuk Survey Presisi (TGS EQ1)
Sebagai contoh, berikut gambaran tipikal spesifikasi teknis pada GPS Geodetik RTK TGS EQ 1 kelas profesional:
Receiver type: Multi-band GNSS high precision receiver
Number of Channels: hingga 1408 channel → mampu melacak banyak satelit sekaligus
Konstelasi satelit:
GPS L1C/A, L2C
GLONASS L1OF, L2OF
Galileo E1/E5b
BeiDou (BDS), QZSS, dll (multi-GNSS)
Format data & koreksi:
Input/output koreksi: CMR+, CMRx, RTCM 2.x, RTCM 3.x
Log data: NMEA-0183, RINEX, TXT, format internal (mis. TGS)
Radio internal:
Frekuensi sekitar 410–470 MHz atau 433 MHz (tergantung model)
Mendukung mode Base dan Rover (RTK radio).
Akurasi RTK (RMS):
Horizontal: ±8 mm + 1 ppm
Vertikal: ±15 mm + 1 ppm
Akurasi statik high-precision:
Horizontal: ±2,5 mm + 0,5 ppm
Vertikal: ±5 mm + 0,5 ppm
Tilt compensation (IMU):
Sudut kemiringan hingga ±60°,
Akurasi kompensasi miring ≤ 2,5 cm (RMS),
IMU init cepat (2–5 s), tanpa kalibrasi manual berulang.
Fisik:
Dimensi kompak (sekitar Ø150–160 mm, tinggi <10 cm),
Berat sekitar 1 kg → ringan untuk survey lapangan intensif.
Durasi baterai:
Penggunaan lapangan bisa mendekati 12 jam (tergantung mode).
Paket GPS RTK lengkap yang umum:
1 unit base + 1 unit rover,
Tripod, tribrach, pole, pole extend,
2 baterai eksternal + charger,
Controller Android/GIS,
Hard case dan aksesoris lain.
Dengan spesifikasi seperti ini, peran RTK dalam survey bisa dimaksimalkan sebagai mode statik untuk kontrol dan titik referensi, mode RTK base–rover untuk pengukuran cepat di lapangan, dukungan RTK NTRIP untuk lokasi yang punya internet stabil.
Tips Memilih Paket GPS RTK Lengkap
Sebelum beli GPS geodetik RTK atau memilih paket GPS RTK lengkap, perhatikan:
Kebutuhan akurasi dan jenis pekerjaan
Boundary, topografi detail, konstruksi → butuh spek RTK geodetik penuh.
Konstelasi satelit dan jumlah channel
Multi-GNSS + multi-band (GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS) meningkatkan reliabilitas di kondisi sulit (kota, vegetasi, dll).
Metode koreksi
Radio internal (410–470 MHz / 433 MHz),
RTK NTRIP (internet) jika area punya jaringan seluler bagus.
IMU & tilt compensation
Menghemat waktu karena tidak selalu perlu menegakkan pole 100% vertikal. Berguna di kondisi lapangan sulit (lereng, pinggir bangunan, vegetasi).
Durasi baterai & ketersediaan baterai cadangan
Minimal cukup untuk satu hari kerja, ada opsi baterai eksternal.
Software & workflow
Kompatibel dengan aplikasi survey di Android (GIS Survey, dll),
Mudah ekspor ke RINEX, TXT, CAD/GIS.
Layanan purna jual & training
Support teknisi lokal,
Ketersediaan sparepart dan kalibrasi,
Training penggunaan RTK survey untuk tim di lapangan.
.png)



Comments