top of page

Cara Menghitung Kebutuhan Pompa Air untuk Irigasi Sawah 1 Hektar

seorang petani sedang duduk bersama Pompa Air Honda 3inch WB30XN, Shark 2inch SWP 50-30, Shark 3inch SWP 80-30 di sebuah persawahan

Banyak petani dan teknisi lapangan memilih pompa air dengan cara “yang penting 3 inch, yang penting kenceng, urusan nanti.” Akibatnya sering muncul masalah seperti pompa terlalu kecil air lama penuh, BBM boros atau pompa terlalu besar biaya beli, pipa, dan BBM membengkak, serta aliran tidak stabil karena head (ketinggian + panjang pipa) tidak dihitung.

Padahal, cara menghitung kebutuhan pompa air irigasi untuk sawah 1 hektar sebenarnya bisa dibuat sistematis dalam beberapa langkah:

  1. Hitung kebutuhan air (debit) lahan,

  2. Hitung debit pompa dari spesifikasi pabrikan,

  3. Hitung head total (hisap + dorong + rugi pipa),

  4. Cocokkan dengan karakter pompa 2–3 inch yang ingin dipakai.



Langkah 1 – Tentukan Kebutuhan Debit Air Irigasi Sawah 1 Hektar

Kita pakai pendekatan praktis:

  1. Tentukan tinggi genangan air yang ingin dicapai misal: mau menaikkan tinggi air di petak 1 hektar setebal 5 cm (0,05 m).

  2. Hitung volume air yang dibutuhkan

    • Luas 1 hektar = 10.000 m²

    • Volume = luas × tinggi

    • Volume = 10.000 m² × 0,05 m = 500 m³

    • Konversi ke liter: 1 m³ = 1.000 liter → 500 m³ = 500.000 liter

  3. Tentukan target waktu pengairan Misal: target petak 1 ha tersebut terisi dalam 8 jam (480 menit).

  4. Hitung debit yang dibutuhkan (Q_req)

    Q-req = Volume/Waktu

Dalam satuan liter/menit:

  • Volume = 500.000 liter

  • Waktu = 480 menit

Q-req = 500.000/480 = 1.042 L/menit

Bulatkan jadi ±1.050 L/menit sebagai patokan.

Artinya, kalau kamu ingin menaikkan air 5 cm di 1 ha dalam 8 jam, kamu butuh pompa dengan kapasitas sekitar 1.050 L/menit (ini angka contoh; nanti bisa disesuaikan).



Langkah 2 – Hitung Debit Pompa dari Spesifikasi Pabrikan

Kebanyakan pompa pertanian menuliskan kapasitas dalam L/menit. Misal:

  • Pompa Air Shark 2 inch SWP 50-30 → kapasitas pengairan 1.050 L/menit

  • Pompa Air Shark 3 inch SWP 80-30 → 1.050 L/menit

  • Pompa Air Honda WB30XN 3 inch → sekitar 1.100 L/menit

Untuk cek cepat:

  • Jika kapasitas pompa ≥ Q_req → dari sisi volume, pompa sanggup mengejar target waktu.

  • Jika kapasitas pompa < Q_req → perlu waktu lebih lama, atau pompa lebih besar / lebih dari satu pompa.

Untuk contoh di atas:

  • Target Q_req ≈ 1.050 L/menit,

  • Pompa Shark 2” & 3” (1.050 L/menit) dan Honda WB30XN (1.100 L/menit) secara volume masuk akal untuk target 5 cm/8 jam di 1 ha (dengan asumsi rugi-rugi tidak ekstrem).



Langkah 3 – Hitung Head Total (Ht) yang Harus Diatasi Pompa

Volume saja tidak cukup. Kita juga harus menghitung head total:

H_t = H_s + H_d + H_f

Di mana:

  • H_s (suction head) = selisih ketinggian antara pompa dan permukaan air sumber (m),

  • H_d (delivery head) = selisih ketinggian antara pompa dan titik keluar air di lahan (m),

  • H_f (friction loss) = rugi tekanan akibat gesekan dalam pipa, belokan, sambungan, dsb. (m).

Pendekatan praktis lapangan:

  1. Estimasi H_s

    • Misal permukaan air sungai 2 m di bawah posisi pompa → H_s = 2 m.

  2. Estimasi H_d

    • Misal output air dialirkan ke petak 3 m di atas pompa → H_d = 3 m.

  3. Estimasi H_f (rugi pipa)

    • Tergantung panjang pipa, diameter, dan jumlah belokan.

    • Untuk pendekatan kasar, bisa diasumsikan 20–30% dari (H_s + H_d) jika tidak ingin perhitungan detail.

Contoh:

  • H_s = 2 m

  • H_d = 3 m

  • H_s + H_d = 5 m

  • Ambil rugi pipa H_f ≈ 30% × 5 m = 1,5 m

Maka:

H_t = 2 + 3 + 1,5 = 6,5 m


Artinya, pompa yang kamu pilih idealnya sanggup bekerja baik pada head sekitar 6–7 m, dengan debit mendekati angka di brosur.

Kalau H_t mendekati batas head maksimum pompa (misalnya pompa spesifikasi maksimum 30 m), debit akan turun cukup jauh dibanding angka kapasitas maksimal di brosur. Makanya, perhitungan H_t penting.



Langkah 4 – Cocokkan Head Total dengan Kurva Pompa

Secara teori, setiap pompa punya kurva Q–H (debit vs head):

  • Saat head = 0 m → debit maksimum (angka di brosur),

  • Saat head naik → debit turun,

  • Saat head mendekati head maksimum pompa → debit turun drastis.

Karena di brosur sering hanya ada angka “kapasitas maksimum” dan “daya dorong maksimum”, pendekatan lapangan:

  1. Pastikan H_t jauh di bawah head maksimum (misal head max 30 m, H_t kerja 6–10 m).

  2. Asumsikan debit aktual sedikit di bawah debit maksimum (misalnya 70–90% kapasitas brosur tergantung kondisi).

Jika H_t terlalu besar (medan sangat menanjak + pipa panjang + banyak elbow), pertimbangkan:

  • memperpendek jalur pipa,

  • memperbesar diameter pipa,

  • atau naik kelas ke pompa lebih besar / seri berbeda.



Contoh Perhitungan: Pompa 2 Inch vs 3 Inch untuk Sawah 1 Hektar

Contoh 1 – Pakai Pompa 2 Inch (Shark SWP 50-30)

Asumsi:

  • Target: menaikkan air 5 cm di 1 ha dalam 8 jam,

  • Volume: 500.000 liter,

  • Q_req: ±1.050 L/menit,

  • Kapasitas pompa: 1.050 L/menit (brosur),

  • Head total H_t: 6–8 m (masih jauh di bawah 30 m).

Secara teori:

  • Waktu = Volume / Debit

  • Waktu = 500.000 / 1.050 ≈ 476 menit ≈ ±7,9 jam

Artinya:

  • Dalam kondisi ideal, pompa 2 inch SWP 50-30 cukup untuk 1 ha 5 cm/8 jam.

  • Di lapangan, rugi-rugi tambahan bisa membuat waktu sedikit lebih lama → masih masuk kategori layak.

Contoh 2 – Pakai Pompa 3 Inch (Shark SWP 80-30 atau Honda WB30XN)

Kalau pakai:

  • Shark 3 inch SWP 80-30 (1.050 L/menit), atau

  • Honda WB30XN 3 inch (±1.100 L/menit),

Secara hitungan kasar:

  • Dengan 1.100 L/menit, waktu = 500.000 / 1.100 ≈ 455 menit ≈ ±7,6 jam.

Perbedaan waktunya mungkin tidak dramatis untuk 1 ha, tapi:

  • untuk lahan >1 ha,

  • atau ketika jaringan pipa lebih besar,

  • atau saat digunakan bersama untuk beberapa petak,

pompa 3 inch akan terasa lebih “lega”.



Faktor Tambahan yang Harus Dipertimbangkan

Selain rumus debit dan head, pertimbangkan juga:

  1. Jenis Tanaman & Pola Tanam

    • Padi sawah vs padi gogo vs horti punya pola kebutuhan air beda.

    • Intensitas tanam (IP 100, 200, 300) mempengaruhi frekuensi pengairan.

  2. Ketersediaan Sumber Air

    • Sungai, saluran irigasi, embung, sumur dangkal, dsb.

    • Pastikan debit sumber air sanggup memenuhi debit pompa (jangan sampai pompa “menghisap udara”).

  3. Desain Jaringan Pipa & Saluran

    • Diameter, panjang, jumlah belokan, dan kondisi permukaan dalam pipa,

    • Bisa membuat head loss naik signifikan jika tidak diperhitungkan.

  4. Operasional & BBM

    • Pompa kecil tapi harus menyala 12 jam/hari bisa lebih boros total,

    • Pompa lebih besar yang bekerja 4–6 jam bisa secara total lebih efisien.



Kapan Perlu Menggunakan Jasa Desain Pompa Irigasi?

Kamu perlu mempertimbangkan jasa desain pompa irigasi atau konsultasi pompa air pertanian ketika:

  • Lahan >2–3 ha dengan kontur rumit (teras, beda elevasi besar),

  • Jaringan pipa bercabang banyak (satu pompa untuk banyak blok),

  • Sumber air dalam (sumur, rawa pasang surut, saluran besar),

  • Kamu ingin memastikan investasi pompa + pipa ini “sekali desain benar” dan bisa dipakai jangka panjang.

Biasanya dalam konsultasi akan dibahas:

  • luas dan layout lahan,

  • sumber air dan elevasi,

  • alternatif ukuran pompa (2 inch vs 3 inch),

  • desain jaringan pipa yang paling efisien (diameter, panjang, layout),

  • estimasi kebutuhan BBM per musim tanam.



Ringkasan: Checklist Menghitung Kebutuhan Pompa Air Sawah 1 Hektar

  1. Tentukan target tinggi air (cm) dan luas (ha).

  2. Hitung volume (m³ atau liter) yang dibutuhkan.

  3. Pilih target waktu pengairan (jam) → hitung Q_req (L/menit).

  4. Cek kapasitas pompa (L/menit) dari brosur → bandingkan dengan Q_req.

  5. Hitung head total H_t = H_s + H_d + H_f secara realistis.

  6. Pastikan H_t jauh di bawah head maksimum pompa → debit aktual masih mendekati kapasitas.

  7. Sesuaikan pilihan pompa 2 inch atau 3 inch berdasarkan:

    • luas lahan,

    • kebutuhan waktu pengairan,

    • dan budget pipa + operasional.

Kalau kamu ingin lanjut ke tahap berikutnya, kamu bisa pakai contoh pompa yang sudah kita bahas (Shark 2”, Shark 3”, Honda WB30XN),ndan kalau perlu, minta simulasi skenario (1 ha, 2 ha, 3 ha) lengkap dengan estimasi jam pompa dan kebutuhan BBM melalui layanan konsultasi pompa air pertanian dan jasa desain pompa irigasi yang kamu tawarkan di situs.

Comments


bottom of page