top of page

17 Penyebab Pompa Air Tidak Menyedot dan Cara Mengatasinya

3 orang petani sedang kebingungan karna pompa air Shark 3 inch 80-30 mengalami masalah

Masalah klasik di lapangan biasanya adalah pompa air tidak menyedot, padahal mesin sudah hidup dan BBM sudah diisi. Kadang pompa air hidup tapi air kecil, pompa air tidak keluar air sama sekali, atau pompa air “masuk angin” dan hanya bunyi mesin saja.

Sebelum buru-buru panggil service pompa air terdekat, banyak hal yang sebenarnya bisa dicek sendiri. Berikut 17 penyebab pompa air tidak menyedot lengkap dengan cara cek dan solusi praktis.



1. Pompa Belum Dipriming (Casing dan Pipa Hisap Masih Kosong)

Gejala: Pompa hidup, tapi tidak ada air keluar sama sekali.

Penyebab: Pompa centrifugal harus terisi air di dalam casing dan pipa hisap. Jika kosong, pompa hanya memutar udara.

Cara cek & solusi:

  • Buka baut pengisi (priming) di rumah pompa,

  • Isi air sampai casing penuh,

  • Pastikan pipa hisap juga terisi air (bantu siram lewat atas jika perlu),

  • Tutup rapat kembali, lalu nyalakan pompa.

Ini langkah pertama sebelum menyimpulkan pompa air rusak.



2. Foot Valve / Klep Bawah Macet atau Bocor

Gejala: Setelah dipriming, pompa menyedot sebentar lalu hilang. Saat dimatikan, air di pipa hisap turun kembali.

Penyebab: Foot valve (klep di ujung bawah pipa hisap) tidak menutup rapat karena kotoran, karat, atau karet aus.

Solusi:

  • Angkat pipa hisap,

  • Cek foot valve:

    • bersihkan kotoran,

    • cek karet seal; kalau keras/sobek → ganti.

  • Setelah diperbaiki, priming ulang pompa.

Foot valve yang sehat menjaga air tetap berada di pipa saat pompa dimatikan.



3. Pipa Hisap Bocor: Pompa Air Masuk Angin

Gejala: Pompa air masuk angin terus:

  • sulit membangun sedotan,

  • muncul gelembung udara di pipa/pengisi,

  • pompa air tidak kuat sedot walau mesin normal.

Penyebab: Ada kebocoran udara di sambungan pipa hisap (drat longgar, retak, lem pipa tidak rapat).

Solusi:

  • Periksa semua sambungan pipa hisap dengan teliti,

  • Kencangkan drat, ganti seal tape, atau perbaiki sambungan lem,

  • Kalau pipa retak-halus → ganti segmen tersebut,

  • Setelah itu priming ulang.

Untuk sisi hisap, kebocoran sekecil apapun bisa bikin pompa gagal menyedot.



4. Kedalaman Hisap Terlalu Besar

Gejala: Pompa seperti bekerja berat, sedotan lemah, terkadang hanya mengeluarkan air sedikit lalu hilang.

Penyebab: Secara fisik, pompa centrifugal dibatasi kemampuan menghisap (umumnya efektif di bawah ±7–8 meter vertikal). Bila permukaan air turun terlalu dalam, pompa tidak mampu mengangkat air.

Solusi:

  • Turunkan posisi pompa lebih dekat ke permukaan air,

  • Kurangi tinggi hisap,

  • Jika sumber air terlalu dalam, pertimbangkan jenis pompa lain (submersible, jet, dsb).



5. Permukaan Air Sumber Turun (Musim Kemarau)

Gejala: Dulu pompa normal, sekarang tiba-tiba sering tidak menyedot, terutama di musim kering.

Penyebab: Permukaan air sungai/sumur turun sehingga tinggi hisap naik di luar batas pompa.

Solusi:

  • Cek elevasi permukaan air saat pompa tidak menyedot,

  • Turunkan pipa hisap (tetap hati-hati jangan sampai menyedot lumpur pekat),

  • Kalau perlu, pindahkan posisi pompa lebih dekat ke sumber air.



6. Saringan / Strainer Pipa Hisap Tersumbat

Gejala:

  • pompa air hidup tapi air kecil,

  • ada penurunan debit berangsur-angsur,

  • kadang pompa bergetar.

Penyebab: Saringan (strainer) di ujung pipa hisap tertutup lumpur, daun, sampah, atau lumut.

Solusi:

  • Angkat ujung pipa,

  • Bersihkan strainer dari segala kotoran,

  • Jika strainer rusak → ganti dengan yang baru,

  • Upayakan pipa hisap tidak terlalu menancap ke dasar lumpur.



7. Nozzle / Kran Keluar Terlalu Tertutup

Gejala: Pompa hidup, tapi air hanya keluar kecil sekali dari ujung selang/kran.

Penyebab: Kran di outlet (keluaran) terlalu kecil bukaannya atau ada penyempitan di ujung, sehingga aliran sangat tercekik.

Solusi:

  • Buka kran keluar lebih lebar,

  • Periksa apakah ujung selang/nozzle tersumbat lumpur/pasir,

  • Kalau memakai nozzle semprot tekanan tinggi, sesuaikan dengan kapasitas pompa.



8. Impeller Tersumbat Kotoran

Gejala:

  • pompa air tidak keluar air atau sangat kecil,

  • terdengar suara “ngos-ngosan”,

  • mesin bekerja tapi debit tidak seperti biasanya.

Penyebab: Kotoran keras (batu kecil, kerikil, plastik, kayu) masuk ke dalam rumah pompa dan menyumbat/menahan impeller.

Solusi:

  • Matikan pompa,

  • Buka casing (rumah pompa),

  • Bersihkan impeller dan bagian dalam casing,

  • Pasang kembali dengan rapat.



9. Impeller Aus atau Tergerus

Gejala: Pompa sudah lama dipakai; debit makin lama makin kecil, padahal mesin kuat dan masalah pipa hisap sudah dicek.

Penyebab: Pasir dan partikel abrasif dalam air mengikis sudu impeller, sehingga bentuknya berubah dan efisiensinya turun.

Solusi:

  • Buka rumah pompa dan periksa kondisi impeller,

  • Jika sudu banyak tergerus, saatnya ganti impeller,

  • Jika casing juga aus parah, mungkin perlu ganti pompa air rusak dengan unit baru (dihitung secara ekonomi).



10. Arah Putaran Salah (Pompa Listrik)

Gejala:

  • pompa air hidup tapi air kecil,

  • suara mesin normal, tapi tekanan dan debit jauh di bawah spesifikasi.

Penyebab: Pada pompa listrik 3-phase, salah pasang urutan kabel menyebabkan arah putaran motor terbalik membuat impeller membuang air ke arah yang salah.

Solusi:

  • Cek arah putaran poros (harus searah tanda panah di housing),

  • Jika terbalik segera tukar posisi dua fasa di terminal,

  • Tes kembali.



11. Udara Terjebak di Dalam Casing / Pipa (Airlock)

Gejala: Setelah priming, pompa tetap tidak menyedot; ada bunyi “glug-glug”, kadang air hanya mengalir sebentar.

Penyebab: Ada kantong udara terjebak di bagian tinggi pipa/di casing, menghentikan kontinuitas aliran.

Solusi:

  • Pastikan jalur pipa tidak punya “puncak” yang memerangkap udara,

  • Buka baut vent/priming atas untuk mengeluarkan udara sampai air penuh,

  • Atur ulang posisi pipa agar lebih landai.



12. Tegangan Listrik Rendah (Pompa Listrik)

Gejala:

  • motor mendengung,

  • pompa air tidak kuat sedot,

  • kadang mesin panas berlebihan.

Penyebab: Tegangan listrik jatuh di bawah standar → putaran motor turun → daya dorong/serap air ikut turun.

Solusi:

  • Cek tegangan dengan alat ukur jika memungkinkan,

  • Hindari memakai kabel yang terlalu kecil/panjang (drop voltage tinggi),

  • Bila di luar kendali (PLN lemah), batasi operasi saat tegangan sangat buruk.



13. Mesin Lemah: Kompresi Turun atau Karburator Kotor (Pompa Bensin/Diesel)

Gejala:

  • mesin sulit hidup,

  • tenaga loyo di RPM tinggi,

  • pompa air hidup tapi air kecil,

  • kadang mesin mati saat diberi beban.

Penyebab:

  • kompresi mesin turun (ring piston aus),

  • karburator kotor,

  • filter udara tersumbat,

  • pengapian lemah.

Solusi awal:

  • Bersihkan filter udara,

  • Bersihkan karburator,

  • Ganti busi (untuk bensin) bila perlu,

  • Jika tetap loyo, sebaiknya bawa ke jasa perbaikan pompa air untuk cek kompresi & overhaul ringan.



14. Seal / Packing Poros Bocor Parah

Gejala:

  • ada rembesan air cukup banyak di sekitar poros pompa,

  • performa sedot turun,

  • kadang air yang bocor membuat area kerja becek.

Penyebab: Mechanical seal atau packing poros aus sehingga air tekanan tinggi bocor keluar.

Solusi:

  • Ganti seal/packing sesuai tipe pompa,

  • Pastikan pemasangan presisi,

  • Jika housing poros sudah aus pertimbangkan ganti pompa air rusak (biaya sparepart + jasa vs beli baru).



15. Diameter Pipa Terlalu Kecil atau Terlalu Panjang

Gejala:

  • pompa air hidup tapi air kecil,

  • meski sedotan terasa kuat di dekat pompa, di ujung sangat lemah.

Penyebab: Pipa dengan diameter terlalu kecil dan jalur terlalu panjang menyebabkan rugi gesek (friction loss) besar.

Solusi:

  • Gunakan diameter pipa/selang yang sesuai rekomendasi pompa (jangan dikecilkan berlebihan),

  • Kurangi belokan dan sambungan tidak perlu,

  • Pertimbangkan jalur lebih pendek/lebih lurus jika memungkinkan.



16. Desain Instalasi Salah: Posisi Pompa, Pipa, dan Sumber Air Tidak Sejalan

Gejala: Sejak awal dipasang, pompa tidak pernah bekerja optimal.

Penyebab:

  • posisi pompa terlalu tinggi dan jauh,

  • pipa hisap naik–turun ekstrim,

  • tidak ada foot valve yang benar,

  • desain mengikuti “kebiasaan” bukan prinsip hidrolika.

Solusi:

  • Evaluasi ulang sistem instalasi: posisi pompa, panjang pipa, elevasi,

  • Jika perlu, lakukan redesain sederhana sesuai rekomendasi teknis,

  • Untuk instalasi kompleks, konsultasi ke teknisi / penyedia jasa perbaikan pompa air yang paham desain.



17. Kerusakan Internal Serius: Bearing, Shaft, atau Rumah Pompa Retak

Gejala:

  • suara kasar dari dalam rumah pompa,

  • getaran tinggi,

  • pompa air tidak keluar air atau sangat kecil meski mesin berputar,

  • ada retakan di body/housing.

Penyebab:

  • bearing aus/parah,

  • shaft bengkok,

  • casing pompa retak karena benturan atau korosi berat.

Solusi:

  • Untuk beberapa kasus, bearing masih bisa diganti,

  • Tapi bila sudah banyak komponen rusak, sering kali lebih ekonomis ganti pompa air rusak dengan unit baru,

  • Hitung biaya sparepart + jasa vs harga pompa baru.



Kapan Harus Memanggil Service Pompa Air Terdekat?

Setelah mengecek semua hal di atas mulai dari priming, pipa hisap, foot valve, strainer, impeller, filter, sampai oli, tapi pompa air tidak menyedot atau performa tetap sangat buruk. Maka langkah logis berikutnya adalah hubungi service pompa air terdekat atau penyedia jasa perbaikan pompa air yang terpercaya.

Mereka bisa cek kompresi mesin, ukur arus/tegangan untuk pompa listrik, membongkar impeller, seal, bearing secara profesional, dan memberi saran jujur: masih layak diperbaiki, atau lebih baik ganti pompa air rusak dengan unit baru yang lebih efisien.


Comments


bottom of page