10 Tips Merawat Pompa Air Pertanian agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
- Marketing Harmoni Technology

- Jan 3
- 4 min read

Pompa air pertanian adalah “nyawa” irigasi sawah dan kebun. Begitu pompa rusak, jadwal tanam berantakan, air tidak mengalir, dan resiko gagal panen meningkat. Karena itu, cara merawat pompa air pertanian yang benar bukan sekadar teori tetapi butuh disiplin rutin di lapangan.
Di artikel ini, kita bahas 10 tips perawatan pompa air bensin yang praktis untuk mencegah pompa air tidak menyedot, pompa air cepat panas, dan kerusakan dini pada mesin maupun bagian hidrolik (impeller, casing, pipa).
Kenapa Perawatan Pompa Air Pertanian Itu Wajib?
Beberapa alasan kenapa pompa wajib dirawat:
Mesin bekerja di lingkungan berat: debu, lumpur, air kotor.
Pompa sering dipindah-pindah melewati pematang, rawan benturan & getaran.
Jadwal irigasi sering padat: pompa bisa menyala berjam-jam nonstop.
Tanpa perawatan pompa air bensin yang benar dapat menyebabkan konsumsi BBM membengkak, daya hisap melemah (pompa air tidak menyedot maksimal), mesin cepat panas dan umur pakai turun drastis.
10 Tips Merawat Pompa Air Pertanian agar Awet
1. Rutin Cek dan Ganti Oli Pompa Air
Oli adalah pelindung utama mesin:
Cek oli sebelum pompa dinyalakan (minimal lewat dipstick).
Pastikan level oli berada di tanda aman, tidak terlalu sedikit.
Lakukan ganti oli pompa air sesuai jam kerja (misal tiap 50–100 jam operasi atau mengikuti buku manual).
Jika oli terlalu hitam pekat, terasa sangat encer, atau bercampur air, segera ganti. Mengabaikan oli = mempercepat keausan piston, ring, dan komponen mesin lainnya.
2. Bersihkan dan Cek Filter Udara Secara Berkala
Filter udara yang kotor membuat mesin sulit hidup, boros BBM, cepat panas karena pembakaran tidak sempurna. Langkah sederhana yang dapat kamu lakukan adalah:
Lepas filter udara,
Bersihkan debu/lumpur (dengan kompresor atau ditiup/blowing),
Jika filter sudah sobek atau terlalu kotor, ganti sparepart pompa air bagian filter.
Ini bagian murah, tapi efeknya besar ke umur mesin.
3. Gunakan BBM yang Bersih dan Simpan di Jerigen Tertutup
Banyak kasus pompa air cepat panas atau tersendat karena BBM bercampur air, ada kotoran halus masuk ke karburator.
Tipsnya:
Simpan bensin/solar di jerigen yang bersih dan tertutup rapat.
Jangan mengisi BBM langsung dari drum terbuka yang penuh kotoran.
Sesekali bersihkan filter bensin dan cek selang BBM dari kebocoran.
BBM yang kotor akan menyumbat karburator dan menyebabkan mesin pincang.
4. Rawat Saringan dan Foot Valve agar Pompa Tidak Kesulitan Menyedot
Pompa air tidak menyedot sering bukan karena mesinnya, tapi ada kebocoran udara di pipa hisap, foot valve (klep bawah) tidak menutup sempurna, atau saringan di ujung pipa tertutup lumpur/daun.
Tipsnya:
Pastikan semua sambungan pipa hisap rapat (tidak ada “ngisep angin”),
Bersihkan saringan/strainer dari lumpur & sampah,
Cek foot valve → jika karet sudah keras/bocor, segera ganti sparepart pompa air.
Tanpa saringan yang baik, pasir & kerikil juga bisa merusak impeller.
5. Cek dan Bersihkan Impeller serta Casing Pompa
Bagian hidrolik (impeller & casing) bertugas mengalirkan air. Masalah yang sering muncul adalah kerak/karat menempel di dalam casing, pasir dan kerikil mengikis sudu impeller, atau ada benda asing (plastik, kayu kecil) menyumbat aliran. Perawatan yang bisa kamu lakukan:
Secara berkala, buka rumah pompa (casing) dan periksa kondisi impeller,
Bersihkan kerak & endapan,
Jika sudu impeller sudah aus/tergerus → pertimbangkan penggantian.
Impeller yang aus membuat kapasitas turun jauh walau mesin masih sehat.
6. Atur Posisi dan Ketinggian Pompa agar Tidak Terlalu Berat Menghisap
Pompa centrifugal tidak suka pipa hisap terlalu panjang, dan perbedaan tinggi (elevasi) hisap terlalu besar.
Dampaknya pompa sulit prima, pompa air tidak menyedot atau menyedot sangat lemah, dan mesin terbebani sehingga cepat panas.
Tips teknis:
Posisikan pompa sedekat mungkin dengan sumber air,
Usahakan pipa hisap lurus dan tidak terlalu panjang,
Minimalkan belokan/elbow di sisi hisap,
Jangan menempatkan pompa jauh di atas permukaan air.
Semakin ringan kerja hisap, semakin awet sistem.
7. Hindari Operasi Overload yang Membuat Pompa Air Cepat Panas
Beberapa kebiasaan buruk di lapangan seperti:
memaksa pompa bekerja terus menerus berjam-jam tanpa istirahat,
menutup keran keluaran terlalu banyak (membuat pompa bekerja pada tekanan tinggi),
atau justru membiarkan pompa bekerja tanpa air masuk (kavitasi/overheating).
Dampaknya mesin pompa air cepat panas, seal & bearing di dalam pompa cepat rusak, dan konsumsi BBM membengkak.
Solusi:
Beri jeda istirahat jika operasi sangat panjang,
Pastikan selalu ada aliran air (jangan kering),
Jaga bukaan keluaran pada level yang disarankan (tidak terlalu tercekik).
8. Kuras dan Bersihkan Pompa Sebelum Disimpan Lama
Jika pompa tidak dipakai berminggu-minggu/bulan:
Kuras sisa air dari casing pompa dan pipa,
Bersihkan lumpur dari luar–dalam,
Simpan di tempat yang kering dan terlindung dari hujan.
Air yang dibiarkan mengendap di dalam bisa menyebabkan karat, mempercepat kerusakan seal & bearing, dan menyulitkan pompa saat pertama kali dipakai lagi. Kalau perlu, oles sedikit oli/grease di bagian logam untuk mencegah karat.
9. Buat Buku Catatan Jam Kerja dan Jadwal Servis
Perawatan yang baik itu terukur, bukan “kira-kira”:
Catat jam pompa dinyalakan setiap hari,
Jumlahkan jam kerja per minggu/bulan,
Gunakan angka ini untuk menentukan:
kapan ganti oli,
kapan cek filter,
kapan servis lengkap.
Dengan catatan sederhana, kamu tidak lagi menebak-nebak. Pompa diperlakukan seperti aset yang dikelola, bukan sekedar alat pakai-habis.
10. Kenali Tanda Awal Kerusakan dan Jangan Telat ke Servis
Beberapa gejala awal yang tidak boleh diabaikan:
suara mesin berubah kasar / tidak stabil,
pompa air tidak menyedot sekuat biasanya,
mesin gampang mati saat dibebani,
pompa air cepat panas walau baru bekerja sebentar,
muncul bunyi gesekan dari dalam rumah pompa (indikasi bearing/impeller bermasalah).
Saat tanda-tanda ini muncul dan kamu ragu, langkah paling rasional adalah segera konsultasi ke jasa service pompa air terdekat, dan pastikan sparepart pompa air yang dipakai resmi/berkualitas. Memaksa pompa bekerja dalam kondisi “sakit” hampir selalu berakhir lebih mahal.
Kapan Harus Memanggil Jasa Service Pompa Air Terdekat?
Ringkasnya:
Jika perawatan rutin (oli, filter, pembersihan) masih bisa dilakukan sendiri,
tapi pompa tetap tidak normal (tetap tidak menyedot, sering mati, cepat panas),
maka saatnya minta bantuan profesional jasa service pompa air terdekat untuk diagnosis menyeluruh,sekaligus rekomendasi beli sparepart pompa air apa saja yang perlu diganti (seal, impeller, bearing, foot valve, filter, dsb.).
.png)



Comments