top of page

Tetap Awet, Ini Cara Merawat Hand Sprayer dengan Benar

Updated: Dec 24, 2025


a farmer sitting in front of cottage while clean the handsprayer CBA 5.5, how to treat handsprayer for long lasting

Hand sprayer, baik manual maupun elektrik, setiap harinya kontak langsung dengan pestisida, herbisida, pupuk cair, disinfektan, air yang kadang kotor atau berkapur, serta panas matahari dan guncangan di lapangan. Kalau tidak dirawat dengan benar, yang akan terjadi ialah nozzle cepat mampet, seal dan o-ring getas yang menyebabkan kebocoran, pompa seret dan kehilangan tekanan, tangki kotor dan berbau, hingga umur alat jauh lebih pendek dari seharusnya. Sebaliknya, dengan rutinitas perawatan sederhana setelah pakai maka alat lebih awet tahunan, performa semprot tetap stabil, risiko kebocoran bahan kimia ke tubuh operator berkurang, bahkan biaya sparepart jauh lebih terkendali.



Perawatan Setelah Setiap Pemakaian (Harian)

Ini yang paling penting dan namun sering di-skip.

  1. Kosongkan sisa larutan dengan aman

    Setelah selesai menyemprot, jangan biarkan sisa larutan mengendap di tangki. Buang sisa larutan sesuai aturan: jangan ke sungai, sumur, atau saluran air umum, gunakan area khusus atau sesuai SOP setempat.

    Tujuannya untuk menghindari kerusakan seal & selang akibat bahan kimia pekat yang mengendap, dan mencegah korosi dan penggumpalan di jalur semprot.


  2. Cuci tangki sprayer dengan air bersih

    Isi tangki dengan air bersih (sebagian, tidak perlu penuh), kocok pelan agar dinding dalam tangki terbilas, kuang air bilasan di tempat aman. Jika sebelumnya dipakai untuk bahan yang “berat” (herbisida tertentu, misalnya), ulangi bilasan 2–3 kali, gunakan sedikit sabun ringan kalau perlu, lalu bilas lagi dengan air bersih.


  3. Bilas selang, pompa, dan nozzle dari dalam

    Setelah isi tangki dengan air bersih,n yalakan sprayer (manual pompa / elektrik), lalu semprotkan air bersih selama 1–2 menit.

    Tujuannya untuk membersihkan selang, pompa, trigger, dan nozzle dari sisa bahan kimia, mencegah endapan di jalur semprot yang akan jadi penyebab mampet.


  4. Bersihkan nozzle dan filter

    Lepas nozzle dari lance, cek filter kecil di dekat nozzle (kalau ada) dan di ujung selang hisap di dalam tangki, bilas dengan air bersih. Jika ada kerak/kotoran, rendam sebentar di air hangat + sabun ringan, bersihkan dengan sikat lembut.

    Jangan mengorek lubang nozzle dengan jarum/paku, hal ini bisa mengubah pola semprot dan merusak kalibrasi.



Cara Menyimpan Hand Sprayer yang Benar

Kesalahan penyimpanan sering merusak alat lebih cepat daripada pemakaian.

1. Simpan dalam keadaan bersih dan kering

  • Pastikan tangki sudah dikosongkan dan dibersihkan,

  • Biarkan tangki terbuka sebentar setelah dicuci supaya kering dan mengurangi bau,

  • Setelah itu baru ditutup longgar (tidak perlu super kencang).


2. Jauhkan dari sinar matahari langsung

  • Jangan simpan sprayer di tempat yang kepanasan terus (atap seng tanpa ventilasi),

  • Suhu tinggi mempercepat plastik getas dan retak, serta karet (seal/o-ring) mengeras.

  • Tempat idealnya adalah ruangan teduh, kering, ada sirkulasi udara.


3. Letakkan di posisi stabil

  • Jangan dilempar atau ditumpuk dengan barang berat di atasnya,

  • Taruh dalam posisi tegak,

  • Pastikan lance dan nozzle disimpan rapi (misalnya digantung) sehingga tidak bengkok atau terjepit.


4. Untuk sprayer elektrik: perhatikan baterai

  • Jangan simpan sprayer elektrik dalam keadaan baterai kosong total,

  • Setelah pemakaian harap charge dulu sampai cukup, baru simpan.

  • Untuk penyimpanan jangka panjang (beberapa bulan) idealnya baterai disimpan dengan muatan ±50–80%, jangan lupa untuk charge ulang setiap 1–2 bulan.



Servis Ringan: Seal, O-Ring, dan Bagian yang Sering Aus

Seal dan o-ring adalah “pahlawan kecil” yang menjaga alat tidak bocor dan tekanan tetap bagus.

1. Kenali gejala seal/o-ring mulai rusak

Tanda-tanda:

  • ada rembesan di sekitar pompa, trigger, atau sambungan selang,

  • pompa manual terasa “ngelos” dan tidak membangun tekanan,

  • pada sprayer elektrik, tekanan susah naik padahal pompa bekerja.


2. Kapan ganti seal dan o-ring?

Tidak ada angka pasti (tergantung intensitas pemakaian dan bahan kimia), tapi:

  • kalau mulai ada bocor halus di sambungan,

  • atau tekanan turun tanpa sebab jelas,

  • atau sudah dipakai bertahun-tahun tanpa pernah diganti,

itu sinyal kuat perlu ganti seal/o-ring.


3. Cara ganti seal/o-ring (prinsip umum)

  • Lepas bagian yang bocor (misalnya unit pompa manual atau trigger),

  • Buka dengan hati-hati, perhatikan susunan komponen,

  • Ganti o-ring dengan ukuran yang sama (idealnya original/sparepart resmi),

  • Olesi tipis dengan grease yang kompatibel (bukan sembarang oli yang bisa merusak karet),

  • Rakit kembali sesuai urutan.

Kalau ragu, bawa ke servis hand sprayer / toko yang biasa menangani alat pertanian, biasanya mereka punya seal kit yang cocok.



Perawatan Khusus untuk Sprayer Elektrik

Selain semua poin di atas, sprayer elektrik punya tambahan:

1. Jaga kebersihan dan kekeringan terminal baterai

Jangan biarkan air atau larutan kimia menetes ke kompartemen baterai, Jika ada kelembapan harap keringkan dengan kain, jangan biarkan berhari-hari.


2. Pola charge yang sehat

Hindari membiarkan baterai kosong total terlalu lama, over-charge di charger murahan yang tidak jelas. Sebaiknya charge setelah pemakaian sampai penuh, cabut charger ketika indikator sudah penuh (jika ada).


3. Jangan memaksa pompa bekerja terus tanpa jeda

Berikan istirahat pendek jika sprayer dipakai sangat lama, Ini menjaga agar suhu motor tetap wajar dan umur pompa lebih panjang.



Jadwal Perawatan Rekomendasi

Setiap selesai pakai (harian):

  • Kosongkan tangki dan bilas,

  • Jalankan sprayer dengan air bersih 1–2 menit,

  • Bersihkan nozzle dan filter,

  • Keringkan bagian luar.


Mingguan (jika dipakai sering):

  • Cek selang dan sambungan untuk bocor halus,

  • Cek strap dan dudukan apakah masih kuat,

  • Untuk elektrik: cek kondisi fisik kabel & terminal baterai.


Bulanan / per beberapa bulan:

  • Cek kondisi seal/o-ring,

  • Cek nozzle untuk tanda keausan (pola semprot aneh, debit berlebihan),

  • Bila perlu, ganti nozzle dan seal.

 
 
 

Comments


bottom of page