top of page

Dari Isi Tangki Hingga Semprot, Ini Cara Menggunakan CBA Sprayer Elektrik 5.5

Updated: Dec 24, 2025


nozzle spraying water from handspraying CBA Type 5.5 3in1

CBA Sprayer Elektrik Tipe 5.5 adalah hand sprayer elektrik 16 liter dengan sistem 3in1 (elektrik + manual) yang dirancang untuk kerja lapangan intensif seperti pertanian, kebun, sampai perkebunan ringan. Supaya awet dan hasil semprot maksimal, cara pakainya tidak boleh sembarangan.

Panduan ini menjelaskan langkah-langkah lengkap:

  • sebelum mengisi,

  • saat mengisi larutan ke tangki,

  • pengecekan baterai & mode,

  • pengaturan tekanan dan nozzle,

  • sampai teknik penyemprotan yang aman dan efisien.



Persiapan Awal Sebelum Menggunakan Sprayer

Sebelum menyentuh tangki dan baterai, lakukan ini dulu:

1. Siapkan APD (Alat Pelindung Diri) minimal

  • Masker/respirator sesuai jenis bahan kimia,

  • Sarung tangan (karet/nitrile),

  • Kacamata pelindung kalau bahan kimia iritan,

  • Pakaian lengan panjang & celana panjang.

Tujuannya: melindungi kulit dan pernapasan dari paparan langsung droplet dan uap.


2. Siapkan area kerja pencampuran

  • Pilih area terbuka atau berventilasi baik,

  • Jauhkan dari anak-anak dan hewan,

  • Sediakan ember/bak untuk menampung tumpahan jika terjadi.


3. Periksa kondisi fisik sprayer

Cek cepat:

  • Tidak ada retak pada tangki,

  • Selang tidak sobek/pecah,

  • Klem & konektor selang kencang,

  • Nozzle bersih, tidak tersumbat,

  • Strap punggung masih kuat.

Kalau ada kerusakan fisik, perbaiki dulu sebelum lanjut.



Langkah Mengisi Tangki CBA Sprayer Elektrik 5.5

Langkah 1 – Baca dosis & instruksi produk kimia

  • Ikuti label pestisida/herbisida/pupuk yang akan dipakai,

  • Jangan asal “kira-kira”, karena overdosis berbahaya untuk tanaman & operator.

Langkah 2 – Lakukan pra-campur di ember (opsional tapi ideal)

  • Campur bahan kimia di ember/bak kecil,

  • Aduk sampai benar-benar larut,

  • Tuang ke tangki lewat saringan (filter) agar tidak ada kotoran/gumpalan.

Langkah 3 – Isi air sampai mendekati batas volume

  • Setelah larutan pokok masuk,

  • Tambahkan air bersih sampai mendekati garis batas volume 16L,

  • Jangan isi sampai full, sisakan ruang udara untuk tekanan dan sloshing.

Langkah 4 – Tutup tangki dengan rapat

  • Pastikan karet/tatakan di tutup tidak rusak,

  • Kencangkan, tapi tidak perlu berlebihan sampai ulir rusak.



Pengecekan Baterai & Mode Elektrik

CBA 5.5 3in1 biasanya menggunakan baterai 12V 8Ah dengan charger 12V sekitar 1A, dan pompa elektrik yang akan menyala ketika sistem dihidupkan.

Langkah 1 – Pastikan baterai terpasang dengan benar

  • Buka kompartemen baterai (kalau modelnya terpisah),

  • Cek apakah kabel/terminal tersambung kencang, tidak longgar.

Langkah 2 – Periksa status baterai

  • Ideal: baterai sudah di-charge penuh sebelum turun ke lahan,

  • Jika ada indikator (lampu/volt meter), pastikan masuk zona aman.

Langkah 3 – Nyalakan sistem elektrik

  • Posisikan saklar ON (kalau ada),

  • Jangan langsung set tekanan ke maksimum, tapi mulai dari level rendah/sedang.


Kalau sistem tidak menyala:

  • cek lagi kabel, sekering (jika ada), dan posisi saklar,

  • kalau tetap mati, gunakan mode manual sebagai backup dan periksa listrik setelah pekerjaan selesai.



Mengatur Tekanan & Nozzle pada CBA Sprayer Elektrik 5.5

Sprayer elektrik seperti CBA 5.5 biasanya dibekali:

  • beberapa nozzle berbeda bentuk,

  • dan pengatur tekanan (potensio atau semacamnya).


1. Memilih nozzle yang tepat

Umum dipakai:

  • Nozzle kipas (fan) → herbisida di gulma, semprot strip/baris tanaman,

  • Nozzle kerucut (cone) → pestisida/pupuk daun, butuh coverage lebih luas,

  • Nozzle kabut/halus → aplikasi yang butuh droplet kecil (tetap perhatikan risiko drift).

Praktik:

  • pilih nozzle sesuai jenis aplikasi,

  • pastikan nozzle terpasang kuat di ujung lance.


2. Mengatur tekanan semprotan

  • Putar knob/potensio pengatur tekanan pelan-pelan,

  • Mulai dari tekanan sedang, uji semprotan ke tanah/tanaman ujicoba,

  • Atur sampai:

    • droplet tidak terlalu kasar (boros & tidak menempel baik),

    • tapi juga tidak terlalu halus sampai mudah terbawa angin (drift).

Ingat:

 Tekanan terlalu tinggi = boros larutan + riskan drift.

 Tekanan terlalu rendah = semprotan pendek dan tidak merata.



Teknik Penyemprotan yang Aman & Efisien

1. Perhatikan arah angin

  • Selalu semprot searah angin ringan atau dalam posisi angin dari samping,

  • Jangan semprot ketika angin kencang.

2. Jaga jarak semprot

  • Umumnya, jarak nozzle ke tanaman ±40–60 cm (tergantung nozzle & tekanan),

  • Jaga jarak konsisten sepanjang gerakan.

3. Kecepatan jalan yang stabil

  • Jangan terlalu cepat sampai area tidak ter-cover,

  • Jangan terlalu lambat sampai overdosis di satu titik,

  • Usahakan ritme jalan yang sama di tiap lintasan.

4. Pola lintasan

  • Gunakan pola zig-zag/lintasan sejajar,

  • Hindari area terlewat (cek visual, daun harus tampak basah merata tapi tidak menetes berlebihan).



Setelah Penyemprotan: Langkah Penutupan & Perawatan Singkat

1. Kosongkan sisa larutan dengan aman

  • Buang sisa larutan sesuai SOP (bukan ke sungai/saluran umum).

2. Bilas tangki dan sistem

  • Isi tangki dengan air bersih (sebagian),

  • Nyalakan sprayer (elektrik atau manual) dan semprotkan air bersih beberapa menit,

  • Tujuannya: membilas selang, pompa, dan nozzle dari sisa bahan kimia.

3. Bersihkan nozzle dan filter

  • Lepas nozzle, bersihkan dengan air bersih (bisa pakai sikat lembut),

  • Bersihkan filter yang ada di jalur hisap/keluar tangki,

  • Jangan congkel lubang nozzle dengan benda tajam (jarum/paku) yang bisa mengubah pola semprot.

4. Matikan sistem & lepas baterai (jika perlu)

  • Matikan saklar,

  • Untuk penyimpanan lama, baterai bisa dicabut dan disimpan terpisah di tempat kering, tidak panas.

5. Simpan di tempat teduh

  • Jangan jemur sprayer di bawah matahari terik terus-menerus,

  • Simpan di ruangan teduh dan kering untuk menjaga plastik & seal.

Comments


bottom of page