Dari Isi Tangki Hingga Semprot, Ini Cara Menggunakan CBA Sprayer Elektrik 5.5
- Marketing Harmoni Technology

- Dec 15, 2025
- 3 min read
Updated: Dec 24, 2025

CBA Sprayer Elektrik Tipe 5.5 adalah hand sprayer elektrik 16 liter dengan sistem 3in1 (elektrik + manual) yang dirancang untuk kerja lapangan intensif seperti pertanian, kebun, sampai perkebunan ringan. Supaya awet dan hasil semprot maksimal, cara pakainya tidak boleh sembarangan.
Panduan ini menjelaskan langkah-langkah lengkap:
sebelum mengisi,
saat mengisi larutan ke tangki,
pengecekan baterai & mode,
pengaturan tekanan dan nozzle,
sampai teknik penyemprotan yang aman dan efisien.
Persiapan Awal Sebelum Menggunakan Sprayer
Sebelum menyentuh tangki dan baterai, lakukan ini dulu:
1. Siapkan APD (Alat Pelindung Diri) minimal
Masker/respirator sesuai jenis bahan kimia,
Sarung tangan (karet/nitrile),
Kacamata pelindung kalau bahan kimia iritan,
Pakaian lengan panjang & celana panjang.
Tujuannya: melindungi kulit dan pernapasan dari paparan langsung droplet dan uap.
2. Siapkan area kerja pencampuran
Pilih area terbuka atau berventilasi baik,
Jauhkan dari anak-anak dan hewan,
Sediakan ember/bak untuk menampung tumpahan jika terjadi.
3. Periksa kondisi fisik sprayer
Cek cepat:
Tidak ada retak pada tangki,
Selang tidak sobek/pecah,
Klem & konektor selang kencang,
Nozzle bersih, tidak tersumbat,
Strap punggung masih kuat.
Kalau ada kerusakan fisik, perbaiki dulu sebelum lanjut.
Langkah Mengisi Tangki CBA Sprayer Elektrik 5.5
Langkah 1 – Baca dosis & instruksi produk kimia
Ikuti label pestisida/herbisida/pupuk yang akan dipakai,
Jangan asal “kira-kira”, karena overdosis berbahaya untuk tanaman & operator.
Langkah 2 – Lakukan pra-campur di ember (opsional tapi ideal)
Campur bahan kimia di ember/bak kecil,
Aduk sampai benar-benar larut,
Tuang ke tangki lewat saringan (filter) agar tidak ada kotoran/gumpalan.
Langkah 3 – Isi air sampai mendekati batas volume
Setelah larutan pokok masuk,
Tambahkan air bersih sampai mendekati garis batas volume 16L,
Jangan isi sampai full, sisakan ruang udara untuk tekanan dan sloshing.
Langkah 4 – Tutup tangki dengan rapat
Pastikan karet/tatakan di tutup tidak rusak,
Pengecekan Baterai & Mode Elektrik
CBA 5.5 3in1 biasanya menggunakan baterai 12V 8Ah dengan charger 12V sekitar 1A, dan pompa elektrik yang akan menyala ketika sistem dihidupkan.
Langkah 1 – Pastikan baterai terpasang dengan benar
Buka kompartemen baterai (kalau modelnya terpisah),
Cek apakah kabel/terminal tersambung kencang, tidak longgar.
Langkah 2 – Periksa status baterai
Ideal: baterai sudah di-charge penuh sebelum turun ke lahan,
Jika ada indikator (lampu/volt meter), pastikan masuk zona aman.
Langkah 3 – Nyalakan sistem elektrik
Posisikan saklar ON (kalau ada),
Jangan langsung set tekanan ke maksimum, tapi mulai dari level rendah/sedang.
Kalau sistem tidak menyala:
cek lagi kabel, sekering (jika ada), dan posisi saklar,
kalau tetap mati, gunakan mode manual sebagai backup dan periksa listrik setelah pekerjaan selesai.
Mengatur Tekanan & Nozzle pada CBA Sprayer Elektrik 5.5
Sprayer elektrik seperti CBA 5.5 biasanya dibekali:
beberapa nozzle berbeda bentuk,
dan pengatur tekanan (potensio atau semacamnya).
1. Memilih nozzle yang tepat
Umum dipakai:
Nozzle kipas (fan) → herbisida di gulma, semprot strip/baris tanaman,
Nozzle kerucut (cone) → pestisida/pupuk daun, butuh coverage lebih luas,
Nozzle kabut/halus → aplikasi yang butuh droplet kecil (tetap perhatikan risiko drift).
Praktik:
pilih nozzle sesuai jenis aplikasi,
pastikan nozzle terpasang kuat di ujung lance.
2. Mengatur tekanan semprotan
Putar knob/potensio pengatur tekanan pelan-pelan,
Mulai dari tekanan sedang, uji semprotan ke tanah/tanaman ujicoba,
Atur sampai:
droplet tidak terlalu kasar (boros & tidak menempel baik),
tapi juga tidak terlalu halus sampai mudah terbawa angin (drift).
Ingat:
Tekanan terlalu tinggi = boros larutan + riskan drift.
Tekanan terlalu rendah = semprotan pendek dan tidak merata.
Teknik Penyemprotan yang Aman & Efisien
1. Perhatikan arah angin
Selalu semprot searah angin ringan atau dalam posisi angin dari samping,
Jangan semprot ketika angin kencang.
2. Jaga jarak semprot
Umumnya, jarak nozzle ke tanaman ±40–60 cm (tergantung nozzle & tekanan),
Jaga jarak konsisten sepanjang gerakan.
3. Kecepatan jalan yang stabil
Jangan terlalu cepat sampai area tidak ter-cover,
Jangan terlalu lambat sampai overdosis di satu titik,
Usahakan ritme jalan yang sama di tiap lintasan.
4. Pola lintasan
Gunakan pola zig-zag/lintasan sejajar,
Hindari area terlewat (cek visual, daun harus tampak basah merata tapi tidak menetes berlebihan).
Setelah Penyemprotan: Langkah Penutupan & Perawatan Singkat
1. Kosongkan sisa larutan dengan aman
Buang sisa larutan sesuai SOP (bukan ke sungai/saluran umum).
2. Bilas tangki dan sistem
Isi tangki dengan air bersih (sebagian),
Nyalakan sprayer (elektrik atau manual) dan semprotkan air bersih beberapa menit,
Tujuannya: membilas selang, pompa, dan nozzle dari sisa bahan kimia.
3. Bersihkan nozzle dan filter
Lepas nozzle, bersihkan dengan air bersih (bisa pakai sikat lembut),
Bersihkan filter yang ada di jalur hisap/keluar tangki,
Jangan congkel lubang nozzle dengan benda tajam (jarum/paku) yang bisa mengubah pola semprot.
4. Matikan sistem & lepas baterai (jika perlu)
Matikan saklar,
Untuk penyimpanan lama, baterai bisa dicabut dan disimpan terpisah di tempat kering, tidak panas.
5. Simpan di tempat teduh
Jangan jemur sprayer di bawah matahari terik terus-menerus,
Simpan di ruangan teduh dan kering untuk menjaga plastik & seal.
.png)



Comments