Cara Setting Fishfinder Garmin GPSMAP 585 Plus untuk Laut, Sungai, dan Danau
- Marketing Harmoni Technology

- Jan 5
- 6 min read

Garmin GPSMAP 585 Plus adalah chartplotter + fishfinder 6 inci yang banyak dipakai nelayan, kapten kapal kecil, dan pemancing serius karena kombinasinya: GPS presisi, sonar CHIRP, dan layar yang tajam. Setting yang tepat langsung memengaruhi berapa banyak ikan yang terlihat di layar dan seberapa efisien kapal bekerja.
Beberapa program pemberdayaan nelayan di Indonesia yang memakai fishfinder Garmin 585 (atau seri sekelas) melaporkan:
Waktu mencari ikan bisa turun 15–70%
Penghematan solar 15–30% per trip
Kenaikan hasil tangkapan 5–25% tergantung lokasi dan pola operasi.
Artinya, perbedaan antara “Auto default” dan setting yang benar-benar di-tune bisa berarti selisih cuan nyata tiap trip.
Artikel ini membahas langkah teknis, tapi tetap praktis, untuk laut dalam / lepas, laut dangkal / pesisir, sungai dan danau
Sekilas Fitur Teknis Garmin GPSMAP 585 Plus
Sebelum mengutak-atik menu, pahami dulu “mesinnya”:
Layar: 6,0" WVGA 480×800, terang dan tajam, enak dipakai di bawah matahari.
Receiver GNSS: GPS + GLONASS + BeiDou internal, bisa ditambah antena eksternal GA38 untuk sinyal lebih stabil.
Sonar
CHIRP tradisional 600 W (50/77/200 kHz)
CHIRP ClearVü 260/455/800 kHz dengan transducer GT20-TM (transom mount, ada sensor suhu)
Kedalaman kerja hingga ±700 m (sangat tergantung salinitas, kekeruhan, dan kondisi dasar).
Memori & peta
12.000 waypoint, 200 rute, track log 50.000 titik / 100 track
2 slot SD (peta + rekaman Quickdraw Contours).
Koneksi: NMEA 0183 / RS422 untuk integrasi ke perangkat kapal lain.
Semua fitur ini baru terasa maksimal jika setting sonar dan GPS-nya benar.
Persiapan Awal Sebelum Setting
Ini hal dasar yang sering di-skip, padahal menentukan kualitas pembacaan:
Cek instalasi listrik
Tegangan suplai 10–36 V DC, kabel positif/negatif harus kencang dan tidak berkarat. Pakai sekering sesuai rekomendasi Garmin.
Posisi transducer GT20-TM
Dipasang di buritan (transom) di area air bersih (tidak kena gelembung dari baling-baling). Bagian bawah transducer sedikit di bawah garis dasar lambung. Pastikan kabel tidak terjepit, tidak sejajar terlalu dekat dengan kabel mesin (mengurangi noise listrik).
Setting dasar unit
Pilih bahasa Indonesia (jika tersedia) atau English. Satuan kedalaman: meter, suhu: °C, kecepatan: knots atau km/jam sesuai preferensi. Atur zona waktu sesuai lokasi.
Kalau tiga hal ini beres, baru setting sonar dan GPS rasional.
Dasar Cara Kerja Sonar Garmin 585 Plus
Singkatnya seperti ini:
Unit mengirim gelombang suara (ping) ke bawah.
Ping memantul dari ikan, dasar, atau objek lain, lalu kembali ke transducer.
Waktu tempuh ping diubah jadi kedalaman dan intensitas pantulan dqn ditampilkan sebagai warna/garis/arc.
Tiga hal utama yang akan sering kamu atur:
Frekuensi (50/77/200 kHz & ClearVü)
Gain (sensitivitas)
Range (kedalaman tampilan)
Memilih Frekuensi 50/77/200 kHz: Kapan Pakai yang Mana?
Secara praktis:
Kondisi Perairan | Frekuensi Utama Tradisional | Catatan |
Laut dalam > 100 m | 50 kHz (CHIRP Low) | Jangkauan lebih dalam, beam lebih lebar, detail sedikit berkurang. |
Laut dangkal 20–100 m / pesisir | 77 kHz | Kompromi antara kedalaman dan resolusi. |
Sungai, danau, laut sangat dangkal | 200 kHz (CHIRP High) | Detail tinggi, cocok lacak struktur & ikan kecil di kedalaman dangkal. |
Untuk ClearVü:
260/455 kHz untuk kedalaman menengah (struktur dasar terlihat jelas).
800 kHz untuk sangat dangkal dan ingin detail maksimal (batu, bangkai kapal, dll).
Setting Dasar Sonar Garmin GPSMAP 585 Plus
Masuk ke tampilan Traditional Sonar terlebih dulu, lalu buka menu Sonar / Settings (nama bisa sedikit beda tergantung firmware, tapi logikanya sama).
Range (Kedalaman Tampilan)
Awali dengan Auto Range, biarkan unit menentukan sendiri. Setelah kedalaman stabil, kamu bisa pakai Manual Range jika ingin fokus: Misal di laut 60 m → set range 0–80 m saja (biar detail lebih rapat).
Gain (Sensitivitas)
Mode Auto Medium / Auto High cocok untuk memulai di hampir semua kondisi. Kalau mau manual:
Mulai di sekitar 60–70%
Naikkan pelan-pelan sampai mulai muncul titik/noise halus di seluruh layar, turunkan sedikit sampai noise berkurang tapi target ikan masih jelas.
Ingat:
Gain terlalu rendah → ikan kecil dan gerombolan tipis tidak kelihatan.
Gain terlalu tinggi → layar penuh “salju” (noise), sulit membedakan mana ikan sungguhan.
Scroll Speed (Kecepatan Gulir)
Biasanya Medium sudah ideal. Untuk trolling cepat, boleh naik ke Fast supaya pergerakan ikan lebih terbaca. Jangan terlalu lambat, nanti layar terasa “mati”.
Setting Garmin 585 Plus untuk Laut Dalam
Target: memancing di laut dengan kedalaman ±100–700 m (realisitik tergantung kondisi).
Langkah rekomendasi awal:
Pilih frekuensi 50 kHz / CHIRP Low
Sonar → Frequency → 50 kHz / Low CHIRP.
Range: pilih Auto terlebih dulu, jika kedalaman stabil bisa manual 0–1,2× kedalaman dasar.
Gain:
Awal: Auto High. Jika dasar laut jadi terlalu tebal dan layar kotor, turunkan sedikit (manual).
Noise / Interference (jika ada menu ini):
Aktifkan Noise Rejection / Interference Rejection menjadi Medium.
Color / Color Gain (kalau tersedia):
Atur supaya struktur keras (karang/batuan) terlihat warna lebih pekat dibanding lumpur.
Tips:
Ikan biasa terlihat sebagai arc / titik tebal di atas garis dasar atau di kolom air.
Gerombolan ikan kecil seperti gumpalan awan warna di tengah kolom air.
Kalau di laut dalam tidak muncul apa-apa padahal yakin ada ikan, naikkan gain dulu sebelum menyalahkan alat.
Setting untuk Laut Dangkal & Pantai (0–100 m)
Di zona ini, kamu ingin kombinasi antara detail dan kedalaman bagus.
Gunakan 77 kHz sebagai frekuensi utama.
Range: Auto → lalu manual sekitar 0–80/0–100 m.
Gain: Auto Medium atau manual 55–65%.
ClearVü: aktifkan di split-screen (Traditional + ClearVü) untuk melihat struktur dasar (karang, batu, bangkai kapal).
Praktik lapangan di program pemberdayaan nelayan menunjukkan bahwa fishfinder yang di-tune dengan benar pada zona dangkal mampu mengurangi waktu buang-buang keliling area kosong dan fokus pada titik-titik dengan struktur yang memang memegang ikan.
Setting untuk Sungai dan Danau
Di sungai/danau, kedalaman relatif dangkal, air sering keruh, banyak sampah/vegetasi.
Pakai 200 kHz (High CHIRP) untuk resolusi tinggi.
Range: 0–20 m / 0–30 m (jarang butuh lebih).
Gain: Mulai Auto Medium, sesuaikan manual supaya rumpun tanaman air tidak “menutup” tampilan.
Di sungai dengan arus kuat, perhatikan noise dari gelembung, jika layar terlalu kotor sebaiknya turunkan gain dan naikkan Noise Filter.
Cara Kalibrasi Kedalaman (Depth / Keel Offset)
Supaya angka kedalaman di layar sesuai realitas, lakukan kalibrasi sederhana:
Berlabuh di area dengan kedalaman bisa diukur manual (pakai tali + pemberat).
Baca kedalaman manual (misal 10 m dari permukaan).
Bandingkan dengan angka di GPSMAP 585 Plus (misal terbaca 9,2 m).
Masuk menu Sonar → Installation / Depth Offset / Keel Offset (nama bisa sedikit berbeda).
Atur offset:
Jika ingin tampilan kedalaman dari permukaan, sesuaikan sampai angka di layar = kedalaman tali.
Kalau ingin dari bawah lunas (keel), sesuaikan sesuai selisih kedalaman transducer dengan lunas.
Setelah ini, tiap kali lihat angka kedalaman, kamu ada patokan nyata untuk menghindari kandas.
Cara Baca Tampilan Sonar Garmin
Beberapa prinsip dasar yang wajib dikuasai:
Garis dasar laut
Biasanya garis tebal di bawah.
Warna lebih pekat = dasar lebih keras (karang/batu).
Warna lebih lembek = lumpur/pasir lembut.
Ikan individu
Bentuk arc atau titik tebal yang melayang di atas dasar.
Semakin tebal/kontras → target lebih besar atau lebih dekat ke transducer.
Gerombolan ikan
Bergumpal seperti awan / cluster warna di kolom air.
Perhatikan posisi vertikalnya (dekat permukaan, tengah, atau dasar) untuk menentukan cara trolling/jigging.
Vegetasi / sampah
Sering muncul sebagai “bulu” atau “gumpalan” yang naik dari dasar, bentuknya lebih statis.
Kalau kamu sedang mancing, coret waypoint di titik-titik yang jelas banyak tanda ikan / dasar menarik, lalu simpan untuk trip berikutnya.
Tips Mengurangi Noise dan Membuat Tampilan Lebih Bersih
Jika layar penuh garis/gangguan:
Cek instalasi transducer
Terlalu dekat baling-baling membuat banyak gelembung = noise. Pastikan permukaan transducer bersih dari fouling / kerang.
Turunkan Gain sedikit demi sedikit sampai noise berkurang tapi ikan masih terlihat jelas.
Aktifkan fitur seperti Noise Rejection / Interference Rejection / Surface Noise (kalau tersedia) pada level Medium.
Jangan tempel kabel transducer sejajar menempel dengan kabel power mesin; pisahkan jalurnya sejauh mungkin.
Preset Rekomendasi Cepat (Bisa Dijadikan Patokan Awal)
Bukan angka saklek, tapi titik mulai yang realistis:
Laut Dalam (>100 m)
Mode: Traditional Sonar
Frekuensi: 50 kHz / Low CHIRP
Range: Auto → manual sedikit di atas kedalaman dasar
Gain: Auto High → turunkan sedikit bila noise berlebih
Noise Rejection: Medium
Laut Dangkal / Pantai (20–100 m)
Frekuensi: 77 kHz
Tampilan: Split Traditional + ClearVü
Range: 0–80 / 0–100 m
Gain: Auto Medium
Noise Rejection: Low–Medium
Sungai & Danau
Frekuensi: 200 kHz / High CHIRP
Range: 0–20 / 0–30 m
Gain: Auto Medium, lalu sesuaikan manual
ClearVü 455/800 kHz bila ingin lihat struktur detail
Maksimalkan Investasi Garmin GPSMAP 585 Plus
Dengan setting yang tepat, waktu mencari spot ikan jadi lebih singkat, konsumsi BBM lebih hemat, dan hasil tangkapan lebih konsisten, bukan sekadar “untung-untungan” intuisi.
Kalau kamu ingin Beli Garmin GPSMAP 585 Plus lengkap dengan transducer GT20-TM, antena GA38, dan peta laut, kamu bisa menghubungi kami, atau klik disini!
.png)



Comments